Menyingkap Sejarah Fatmawati Dari Bengkulu

DSC_0250aMata saya terpana memandang sebuah rumah panggung khas melayu yang terbuat dari kayu. Pondasi slof dari beton yang di cat putih menopang massa dari rumah tersebut. Terdapat satu pintu model kisi-kisi di tengah yang diapit oleh dua jendela di kanan kirinya. Sebuah papan pengumuman bertuliskan Rumah Ibu Fatmawati Soekarno tertulis di sudut kiri rumah tersebut. Rasanya ingin langsung masuk ke dalam untuk menyingkap tirai sejarah yang tersimpan di dalamnya. Namun tak  ada siapa-siapa di situ. Read the rest of this entry »

Tuhan, Maaf Saya Sedang Sibuk

indexaTak henti-hentinya kamu menangis malam itu

Kamu mengadukan nasibmu pada Tuhanmu

Kamu pertanyakan mengapa semua ini terjadi padamu

Tapi tiada jawaban Read the rest of this entry »

…. and I Will Fight It!

Awal Mei lalu saya mengontak mbak Tri Wahyuni Zuhri untuk memiliki bukunya. Saat itu saya tengah melakukan ‘riset’ tentang buku-buku memoar pribadi. Sejak mama berpulang saya memang berkeinginan sekali untuk menuliskan kisah hidupnya sebagai hakim. Tak disangka, jalan ini ternyata membawa buku ini akan menemani hari-hari saya yang akan datang dalam menyembuhkan penyakit ini. Read the rest of this entry »

Saat Sakratul Maut Datang Menjemput

Mungkin hanya ada tiga elemen pertanyaan yang diajukan ketika disebutkan satu kata : Sakratul Maut. Yang pertama adalah dimana sakratul maut itu datang, kapan datangnya dan seperti apa peristiwa kedatangannya. Dan pertanyaan yang terakhir ini akan bermuara kepada dua pintu apakah kematiannya berada pada pintu husnul khatimah atau pada pintu su’ul khatimah

*** Read the rest of this entry »

Surat Untuk Mama

DSC_0678Ma, hari ini tepat tujuh hari kepergian mama

InsyaAllah evi dan papa sudah mengikhlaskan mama

Kami ingin semua yang terbaik yang sudah diputuskan oleh Allah SWT terhadap mama

Evi tak sanggup melihat mama lebih lama menderita, Ma Read the rest of this entry »

#BeraniLebih Untuk Kaderisasi Hakim Perempuan

Suatu hari di bulan November 2014 …

“Mama akan dipromosikan menjadi Ketua di Bengkulu, gimana pendapat Evi?” tanya Mama kala itu.

Jujur saya agak kaget,  terbiasa hidup bersama orangtua selama hampir empat tahun ini, sedikit membuat saya bimbang.

“Ah, Bengkulu dekat kok Ma. Mama dan Papa masih bisa pulang ke Padang minimal satu kali sebulan,” hibur saya. Read the rest of this entry »

Behind The Scene, Colours Middle East Feb-March 2015

Gugusan Pulau di Pantai Barat Sumatera

Gugusan Pulau di Pantai Barat Sumatera

Sumatera Barat merupakan daerah yang dianugerahi kekayaan alam, budaya, dan kuliner. Gunung berapi, perbukitan, danau, ngarai/lembah, sawah indah menghijau, merupakan panorama yang terbentang di alamnya. Namun jarang yang mengetahui jika di Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Pesisir Selatan juga terdapat pantai-pantai indah menawan. Read the rest of this entry »

Do not Leave Your Kid At Car Alone

Thiya (3y2m), salah satu putri kembar saya, termasuk anak yang suka nempel sama saya. Kemana-mana selalu ngikutin emaknya, bahkan terkadang ke kamar mandi sekalipun.

Kebetulan beberapa minggu yang lalu suami saya pulang kerja ketika hari sudah malam. Saya berinisiatif untuk memasukkan mobil karena kelihatan suami sudah capek dan sudah dikerubungi oleh tiga putri kecilnya yang minta hadiah.

Begitu tahu maminya pergi menuju mobil yang terparkir di halaman, Thiya serta merta minta ikut. Saya pun mengiyakan. Read the rest of this entry »

Pemenuhan Hak Menyusui pada Ibu Tangung Jawab Kita Bersama

Alhamdulillah artikel ini dimuat di rubrik koran Padang Ekspres (Jawa Pos Grup) dalam memperingati Hari Ibu. Pas ngirimnya ga yakin juga bakal dimuat. Karena saya email minggu pagi jam 03.40 am.

Tapi senin siangnya saya coba juga datangi loper koran, buat ngecek aja. Tangan saya gemetaran ketika membuka halaman koran. Dan ketika ternyata ada nama saya tertulis di rubrik tersebut, kagetnya bertambah lagi. Tapi senang sekaligus bangga. Saya ucapkan juga terimakasih buat seluruh teman-teman di Komunitas Sumbar Peduli ASI yang tetap semangat mengkampanyekan ASI. Read the rest of this entry »

Ikhlas first, and the happiness will come follow

Sebut saja namanya Asih.    Seorang Ibu dengan tiga anak yang bekerja sebagai PNS.  Disamping kesibukan rumah tangga dan bekerja, Asih masih setia menjalankan usaha Jamur Tiramnya. Sebagai lulusan Magister Biologi dengan fokus kepada Jamur Tiram, usaha pembibitan hingga penjualan, plus sesekali diminta sebagai narasumber, menjadikan Jamur Tiram sudah menjadi passion hidupnya. Apakah Asih bahagia? Tapi ternyata tidak. Walaupun pastinya membantu ekonomi keluarga, namun Asih minim mendapatkan apresiasi dari suami.


Kisah kedua tentang seorang ibu yang Full Time Mom. Ibu muda dengan dua anak batita. Menempuh pendidikan di bidang psikologi, tapi masih tetap tidak bisa mengelola emosinya dengan baik. Terbukti dari banyak status yang dibuat di  media sosial yang lebih menyorot pada kelelahannya mengerjakan tugas sebagai seorang Ibu.

***

Dua kisah di atas adalah contoh dari gambaran kehidupan wanita dalam berkeluarga.  Tanggung jawab yang banyak dalam menjalankan rumah tangga, mengurus anak dan suami, terkadang membuat para Ibu kelelahan secara fisik dan mental. Padahal menjadi Ibu merupakan karunia yang harus dijalankan wanita di sepanjang sisa umurnya.  Hal ini semakin diperburuk akibat ketiadaan ilmu dalam mengelola emosi yang dirasakan. Dengan hadirnya buku Bahagia Ketika Ikhlas, karangan Rena Puspa ini diharapkan para Ibu dapat belajar mengelola semua aktivitas kesehariannya sehingga berakhir di muara kebahagiaan. Read the rest of this entry »