Kematian adalah kehidupan kedua setelah kehidupan dunia.
Menjadi sebuah misteri yang tak habis dikupas, tak mudah dilepas.
Selalu hadir dalam endap pikiran.
Ada  resah, gelisah,
Ada tanda tanya besar, seperti apa kehidupan disana.

Tak terbayang seberapa pekat alam kubur.
Apakah ada sedikit cahaya
Atau terang benderang.
Atau gulita dan penuh dengan ketakutan yang mencekam.

Seberapa panjang masa yang harus dilalui, dalam senyum bahagia atau tangis derita.
Dalam kesepian atau berkawan, sungguh sebuah rahasia .

“Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Munafiqun : 11)

Kematian tak bisa ditawar, tak mungkin ditunda. Datang tanpa tanda, tetiba menyergap tak terelakkan.
Kehidupan kedua yang indah, penuh senyum bahagia, berkawan tanpa sepi, tanpa pengap,

sesungguhnya dipersiapkan sejak kehidupan di dunia.
Bukan sekedar harap dan impian tapi diperjuangkan. Diupayakan dengan daya maksimal.
Karena jalan menuju indahnya kematian sudah dicanangkan.
Yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholih.
Tinggal bagaimana kita melangkah. Seberapa kuat, seberapa jauh, seberapa yakin akan sanggup meraih keindahan hidup kedua.

Sepanjang nafas masih berhembus
Sepanjang nyawa masih bersatu raga
Sepanjang itu pula persiapan dilakukan.
Setelah semua itu hilang, kesempatan pun melayang.
Senyap, lenyap, tak berbekas.

Sumber : WA Grup

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation