Budidaya Tanaman Hias perlu Dibantu untuk Berkembang

Seperti tertulis pada Harian Haluan, Tanggal 2 Januari 2021

125815053_10225078160371288_330878362197634194_n

Kehidupan serba natural dan dekat dengan alam adalah salah satu gaya hidup kekinian yang sebenarnya juga sudah ada dari lama. Koleksi tanaman di halaman rumah atau disudut ruangan bukan hal baru lagi. Pembatasan aktivitas selama pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) pun kemudian membuat masyarakat semakin gemar memelihara tanaman hias. Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi petani dan pedagang bunga hias di berbagai daerah. Tanaman hias menjadi incaran seiring banyaknya warga yang lebih banyak diam di rumah selama pandemic. Permintaan tanaman hias untuk kebun halaman rumah terus mengalami peningkatan dan ini perlu direspon dengan baik.

Disamping itu, peluang bisnis bunga hias tergolong menjanjikan, sehingga perlu terus dikembangkan untuk memenuhi permintaan pasar. Pengembangan usaha tanaman hias dinilai memberikan banyak keuntungan ekonomi karena potensi pasarnya cukup besar. Sektor usaha potensial seperti ini perlu dipacu berkembang guna meningkatkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan menjadi lebih baik kedepan. Berkembangnya usaha budidaya tanaman hias ini juga meningkatkan rasa cinta akan keindahan dan bisa memacu pertumbuhan ekonomi lebih giat karena tidak hanya mendapatkan sebatas benefit tapi juga menyaksikan keindahan.

Peluang usaha di bidang tanaman kini punya porsi yang lebih besar lagi sejak adanya media sosial yang membantu kegiatan marketing. Ditambah lagi ibu-ibu sekarang cukup mudah terpengaruh dengan barang yang dipromosikan oleh para influencer di media sosial. Satu saja influencer mengunggah foto bunga cantik di sudut rumahnya bisa menjadi peluang usaha besar buat para penjual tanaman. Cara berjualannya pun tidak lagi konvensional, harus punya tempat luas untuk memajang tanaman di tengah kota supaya mudah dilihat orang. Bantuan akun Instagram dan layanan kirim foto di aplikasi WhatsApp sangat memudahkan kamu untuk berjualan tanaman hias. Pangsa pasarnya juga bukan ke ibu-ibu saja, kantor dan kafe sekarang juga sudah sangat perhatian dengan tampilan dekorasinya.

Namun demikian, saat ini usaha tanaman hias belum optimal dimanfaatkan sebagai sector ekonomi potensial. Padahal usaha ini tidak memerlukan lahan yang luas. Kondisi di lapangan memperlihatkan bahwa pengelolaan usaha budidaya tanaman hias ini masih belum mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Hal ini berdampak belum optimalnya pemenuhan potensi pasar yang cukup besar. Belum semua pelaku budidaya tanaman hias mampu menangkap peluang pasar yang sangat bagus tersebut.

Hal tersebut disebabkan oleh sistem budidaya tanaman hias yang dimiliki masih banyak yang bersifat tradisional, tidak memiliki keunikan, usaha belum dikelola secara baik dan profesional, keuangan belum tercatat dengan rapi dan belum banyak yang memanfaatkan media social sebagai tempat marketing. Akibatnya usaha tidak bisa berkembang dengan berkelanjutan dan tidak memiliki daya saing pasar.

Perlu kiranya dipetakan permasalahan yang dihadapi oleh para petani budidaya tanaman hias tersebut agar bisa segera diatasi guna mengoptimalkan potensi yang ada dan memenuhi permintaan pasar. Selain memerlukan:pelatihan mengenai budidaya tanaman hias yang baik dan benar, tata kelola usaha dan keuangan yang tepat, perlu juga diberikan ilmu tentang bagaimana melakukan diversifikasi product serta ilmu tentang cara menangkap peluang usaha baru. Pengusaha budidaya tanaman hias perlu diberikan pelatihan penanganan pasca panen khususnya terkait pengemasan tanaman hias untuk souvenir, dekorasi interior ruang, hingga pengemasan bunga potong. Solusi lain yang bisa ditawarkan kepada petani bunga adalah berupa pelatihan dan pendampingan agar mereka mampu mengelola usahanya dengan baik dan berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>