“pakkk”

Gaya bahasa beberapa mahasiswa sekarang dengan menambahkan huruf k dibelakang kata pak. Saya jadi penasaran itu maksudnya apa, maka saya tanyakan. Begini dialognya antara saya (S) dengan mahasiswa bimbingan saya (M) yang namanya disembunyikan diganti dengan [nama].
——
M: Baik pakkk
S: Oiya, tulisan “pakkk” dengan banyak huruf k itu cara bacanya bagaimana?
S: Saya lumayan sering juga dapat pesan seperti itu.
S: Ini pertama kalinya saya tanyakan. Apa arti dari banyak k itu
S: Itu khasnya seumuran [nama] ini
M: bacanya kayak biasa aja pak ????
S: Jika huruf k nya semakin banyak itu artinya apa?
M: aduh pak, kalau artinya [nama] juga kurang tau pak ????
S: Terus, apa beda makna antara pak dengan pakkk?
M: Kalau artinya ttg huruf yg banyak k nya itu juga kurang tau pak????
S: Kalau gak beda, kenapa mau merepotkan jempol dengan menambah huruf k?
S: Apa jempolnya sudah sulit berhenti? Hahaha
M: ????
M: Kalau menurut [nama], bedanya mungkin di nada nya pak. Kalau komunikasi langsung dengan komunikasi via chat seperti ini kan beda gitu pak ????
M: Tidak ada makna khusus pak untuk huruf yg berlebih itu pak
S: Iya, itu yang saya mau tanya. Apa bedanya? Apakah beda nada atau beda intonasi?
Kalau paaaaak, itu jelas a nya panjang. Kalau k nya banyak, apakah dibaca tersendat ditahan huruf k nya lama-lama?
M: Ehh, intonasi maksudnya pak ????
S: Ok, coba [nama] rekam di sini. Beda bunyinya “Bisa pak” dengan “Bisa pakkk”????

——

Akhirnya saya dapatkan rekaman beda pengucapan antara pak dan pakkk. Pakkk itu ternyata dibaca dengan intonasi akhir yang lebih diayun, supaya terkesan lebih sopan.

Lalu, timbul tanya besar di pikiran saya. Apakah mereka tidak pernah baca cerpen, novel atau komik? Yang saya ketahui pakkk itu akan dibaca dengan intonasi yang tiba-tiba, cepat dan keras. Biasanya untuk bunyi tamparan. Sama dengan ketika terjatuh, berbunyi brukkk.
Atau jangan-jangan komik sekarang sudah beda cara penulisannya?
Atau gara-gara mereka itu sekarang ini generasi tonton, bukan generasi baca. Sehingga mereka tidak bisa lagi menuliskan yang terucap atau mengucapkan yang tertulis secara benar?
Atau, akankah mereka akhirnya akan merubah KBBI dan EYD?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>