Profesi Pustakawan

Profesi adalah sebuah jabatan/pekerjaan yang dipegang oleh orang tertentu/tidak sembarang orang, akan tetapi memerlukan suatu pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk meningkatkan keahlian/keterampilan bagi penggunanya.

Professional adalah sesorang yang memiliki keahlian dan harus mampu bersikap professional untuk mencapai sukses dalam bekerja. Selain itu dituntut dan tidak pernah berhenti menekuni bidang keahlian yang dimiliki yang mana perlu inovasi serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki supaya mampu bersaing untuk menjadi yang terbaik dibidangnya.

Profesionalisme adalah sbuah perpaduan antara kompetensi dan karakter seseorang yang berbentuk mental dalam membangun sebuah komitmen untuk mewujudkan dan meningkakan kualitas profesionalnya.

Profesi pustakawan yang ideal yaitu:

  1. Inovatif dalam hal hal baru
  2. Menguasai IT
  3. Manajemen yang efektif dan efisien ex informasi yang diperoleh
  4. Prinsip user oriented (berorientasi kepada pengguna)
  5. Santun dan tegas terhadap pelanggaran
  6. Memberikan perhatian lebih kepada pemustaka
  7. Professional (bisa bersaing dengan keterampilannya)
  8. Pandai dalam menggalang dana ex bantuan buku dari sponsor, penerbit, denda perpustakaan

Syarat diakui profesi pustakawan bagi seseorang:

1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan

Seorang pustakawan memilii pengtahuan dan keterampilan tentang manajemen perpustakaan. Yang mana bisa didapat melalui seminar, bimtek, dan pelatihan.

2. Adanya organisasi profesi

Pentingnya organisasi profesi bagi pustakawan karena dengan adanya organisasi, tempat dijadikan wadah tempat berkumpul, bertukar pikirannya seorang pustakawan dalam mengembangkan perpustakaannya. Contoh organisasi profesi pustakawan ALA, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), Forum Perpustakaan Umum (FPU), Forum Perpustakaan Khusus (FPK), Forum Perpustakaan Sekolah (FPS), Asosiasi Pekerja Informasi Seluruh Indonesia (APISI), Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) dan lain-lain

3. Memiliki pendidikan profesi yang jelas

Profesi pustakawan diakui di Indonesia berdasarkan pada surat keputusan MENPAN No. 18/MENPAN/1988 direvisi menjadi  MENPAN No. 33/MENPAN/1990. Sebagaimana diatur dalam Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perpustakaan Nasional RI  yang terdiri dari perguruan tinggi, sekolah, umum, dan khusus.Bagi lulusan non perpustakaan yang berijazah bidang lain, bisa menjadi pustakawan apabila ikut diklat PNRI atau Badan Diklat Provinsi kurang lebih 682 jam.

4. Memiliki kode etik

Kode etik pada umumnya respect, competence, responbility, integrity. Kode etik ini disusun oleh IPI sebagaimana ada di UU No 43 tahun 2007 ppasal 36b dan 37

5. Berorientasi pada jasa

Memberikan layanan yang terbaik bagi pemustaka

6. Kemandirian dan otoritas

Bebas dari campu tangan pihak luar

7. Disiplin dalam bekerja

Memiliki sikap didiplin dalam bekerja untuk menciptakan layanan yang terbaik.

8. Memiliki tunjangan profesi

Tunjangan profesi sesuat dengan tingkatan akademik ijazah perpustakaan

9. Internship/magang

Sebelum terjun kelapangan, pustakawan akan dihadapkan dengan magang/kerja praktek ke perpustakaan yang maju dan berkembang

10. Perilaku professional

Memunjukkan sikap professional seorang pustakawan. Sebagaimana dalam UU No. 8 tahun 1974 tentang pedoman sikap, tingkah laku/perbuatan PNS dalam tugas dan wewenang yang diemban.

11. Klarifikasi keprofesionalan

Jabatan fungsional pustakawan dibagi menjadi:

  1. pustakawan terampil (pelaksana, pelaksana lanjutan, penyelia)
  2. pustakawan tingkat ahli (pertama,muda,madya,utama)

12. Memiliki majalah ilmiah

Ex majalah ilmiah IPI atau majalah ilmiah profesi yang berkaitan dengan bidangnya.

Media grafis perpustakaan

Media grafis/ bahan grafika termasuk media visual. Media grafis adalah menyajikan idea tau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna oleh sivitas akademika. Bahan visual yang tidak diproyeksikan dapat dimanfaatkan sebagai medium untuk mengkomunikasikan informasi. Medium ini merupakan medium yang relatif murah jika dibandingkan dengan bahan visual yang diproyeksikan seperti transparansi, slide, dan film. Tujuannya untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi, medium ini mudah diperoleh.

Ada dua tipe bahan grafika yaitu bahan pustaka yang dapat dilihat langsung (misalnya lukisan, bagan, foto, gambar, teknik dan sebagainya) dan yang harus dilihat dengan bantuan alat (misalnya slide, transparansi, dan filmstrip).

  • Bahan Kartografi Yang termasuk kedalam jenis ini adalah peta, atlas, bola dunia, foto udara, dan sebagainya.
  • Bentuk mikro adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan semua bahan pustaka yang menggunakan media film dan tidak dapat dibaca dengan mata biasa melainkan harus memakai alat yang dinamakan microreader. Bahan pustaka ini digolongkan tersendiri, tidak dimasukkan bahan noncetak.

Bahan-bahan visual ini merupakan media dua dimensi yang memerlukan proses pembesaran untuk digunakan terhadap sekelompok pemirsa. Banyak cara dan teknik yang dapat dipergunakan untuk membesarkan bahan-bahan visual, misalnya dengan menggunakan mesin foto copy dan reproduksi. Media grafis penting di perpustakaan karena untuk memperjelas aktifitas kegiatan dalam perpustakaan seperti statistic pengunjung, statistik peminjaman, hiasan gambar untuk memperindah ruangan. Selain sederhana dan mudah pembuatannya media grafis termasuk media relatif murah ditinjau dari segi biayanya.  Fungsinya adalah Menggambarkan data kuantitatif secara teliti, membantu mengembangkan dan meningkatkan penguasaan anak dalam pembelajaran, Menerangkan perkembangan atau perbandingan suatu obyek atau peristiwa saling berhubungan secara singkat dan jelas.

Contoh media grafis di perpustakaan yakni diagram, grafik, poster, kartun, gambar,komik, bagan, papan flannel, bulletin board.

  1. Diagram

media diagram dalam proses pembelajaran akan sangat membantu bagi guru maupun siswa dalam menyimak materi pelajaran, karena pada dasarnya diagram merupakan ringkasan visual yang padat mengenai fakta-fakta dan gagasan yang akan diuraikan.

  1. Grafik

grafik mempunyai fungsi untuk memperlihatkan perbandingan informasi kualitas-kualitas maupun kuantitas dengan cepat dan sederhana, terutama pada penyajian secara statistik

  1. Poster

Media ini pada umumnya digunakan untuk mengenalkan suatu produk dari suatu perusahaan atau digunakan sebagai sarana promosi.

  1. Kartun

kartun mempunyai manfaat dalam proses belajar mengajar terutama dalam penjelasan rangkaian bahan satu urutan logis atau mendukung makna

  1. Foto/gambar

Kemudahan mencerna media grafis karena sifatnya visual konkrit menampilkan objek sesuai dengan bentuk dan wujud aslinya sehingga tidak verbalistik.

  1. Komik

suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu berita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan di rancang untuk memberikan hiburan pada pembaca.

  1. Bagan

Bagan digunakan untuk memperagakan pokok-pokok isi bagan secara jelas dan sederhana antara lain: perkembangan, perbandingan, struktur, organisasi

  1. Papan flannel
  2. Bulletin board

 

Adapun keunggulan penggunaan media grafis dalam proses pembelajaran, sebagai berikut:

  1. Biaya atau harganya relatif murah.
  2. Mudah diperoleh dan digunakan.
  3. Lebih realistik.
  4. Memperbesar perhatian siswa.
  5. Memperjelas penyajian pesan dan informasi.
  6. Membantu mengatasi keterbatasan pengamatan.
  7. Mengatasi keterbatasan indra ruang dan waktu (benda yang terlalu besar atau kecil, peristiwa alam, dan kejadian langka).

Adapun kelemahan  penggunaan media grafis dalam proses pembelajaran, sebagai berikut:

  1. Semata mata hanya medium visual.
  2. Ukuran gambar seringkali kurang tepat untuk pembelajaran kelompok besar.
  3. Memerlukan ketersediaan sumber, keterampilan dan kejelian guru untuk memanfaatkannya.

 

Kelemahan dan kelebihan media grafis

  1. Kelemahan
    Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
  2. Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.

 

Kelebihan

  1. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.
  2. Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
  3. Pembuatannya mudah dan harganya murah.

 

Indeks Al-Qur’an

Indeks Alquran adalah sebuah cantuman ringkas yang dijadikan referensi buat mencari sebuah ayat al-quran.

Sebelum menemukan ayat keberapa? surat apa? bisa dilihat dengan potongan ayat yang jelas kita tau apa kata kunci ayat tersebut.

Baiklah saya langsung ke point saja, yakni memperkenalkan indeks alquran yang saya gunakan yaitu Mu’jam al-Mufahrus li Alfazil-Qur’an.Petunjuk yang dapat kita peroleh dengan menggunakan Mu’jam al-Mufahrus li Alfazil-Qur’an adalah sebagai berikut :

1. Perhatikan terlebih dahulu judul-judul kolom pada setiap halaman Mu’jam

2. Di setiap judul kolom itu tertulis berturut-turut              اللفظة    = lafal/ kata kunci              الايه       = potongan ayat yang dimaksud              رقمها     = nomor ayat dari potongan ayat dimaksud              م / ك      = Makkiyah/Madaniyah              السورة    = surat, yang didalamnya terdapat ayat dimaksud              رقمها      = nomor surat [5]

3.  Kita ambil  kata اَبَداً sebagai contoh kata kunci.

4. Carilah secara berurutan pada kolom

5. Setelah menemukan kata اَبَداً , kita juga akan tahu bahwa ternyata penggunaan kata ini tersebar dalam beberapa ayat.

6. Disini, kita sudah dapat memastikan ayat kita cari berdasarkan bunyi teks yang tertulis pada potongan ayat dalam kolom

 الاي7.  Atas dasar ini, kita juga bisa memastikan nomor ayat yang tertera pada رقمها

8. Sekaligus kita memastikan nama surat dan nomornya

9. Jadi ayat ini adalah ayat ke 95,Makkiyah, Surat Al-Baqarah, dan nomor 2

Selamat mencoba
DOWNLOAD DISINI

Media Proyeksi (Slide)

Dalam upaya memperbaiki proses pembelajaran agar efektif dan fungsional, maka fungsi media pembelajaran sangat penting untuk dimanfaatkan. Pemakaian media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk mempertinggi daya cerna siswa terhadap informasi atau materi pembelajaran yang diberikan. Microsoft Power Point merupakan salah satu program berbasis multi media yang dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik.

       Beberapa hal yang menjadikan media ini menarik untuk digunakan sebagai alat presentasi adalah berbagai kemampuan pengolahan teks, wana, dan gambar, serta animasi-animasi yang bisa diolah sendiri sesuai kreatifitas penggunanya.

Ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan di dalam pembuatan presentasi yaitu :

a.       Tahap Persiapan

Penggunaan presentasi diawali dengan membuat perencanaan terlebih dahulu apa yang akan dipresentasikan atau materi yang akan dibahas untuk pembuatan slide.Adapun tahap ini meliputi:

1)   Memilih tema atau konsep-konsep yang akan dipelajari

2)   Mempersiapkan bahan pendukung misalnya dengan gambar, film, sound, dan animasi.

b.      Tahap Pelaksanaan

Membuka aplikasi Microsoft PowerPoint pada komputer, pada menu star kemudian membuat slide-slide (luncuran) yang akan ditampilkan untuk membantu di dalam menyampaikan materi pembelajaran tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam pembuatan slide.

1)   Pertama pembuatan slide harus runtut dalam penyampaian materi supaya pembelajaran tidak terkesan kembali ke materi awal.

2)   Kedua penggunaan background hendaknya pemilihan warna atau gambar yang tepat. Agar tulisan atau hal yang akan dijelaskan lebih terlihat.

3)   Ketiga bahan pendukung seperti sound dan animasi supaya diperhatikan sesuai dengan materi agar terlihat serasi dan indah.

c.       Tahap akhir

Untuk melihat hasil pembuatan menggunakan slide show yang merupakan tampilan seluruh halaman atau full screen presentasi. Dalam tampilan ini semua efek dan komponen animasi dimainkan. Jadi tampilan pada slide  Continue reading »

Media grafis di perpustakaan

Media grafis adalah media yang berfungsi sebagai alat penyimpan dan penyalur pesan yang dituangkan dalam bentuk lambang atau simbol komunikasi visual. Sebagai media visual, media grafis dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Selain itu, media grafis ini juga bermanfaat dalam menumbuhkan minat , dan dapat memberikan hubungan antara isi dengan dunia nyata.

Media grafis dibedakan ke dalam tiga kategori utama, yaitu
(1) gambar representasi seperti gambar, lukisan, foto yang menunjukkan visualisasi suatu benda;
(2) peta, atlas, dan globe yang menunjukkan hubungan-hubungan ruang antara unsur-unsur dalam isi materi;
(3) grafik seperti table, diagram, grafik dan chart (bagan).

Media gambar baik berupa foto, gambar, lukisan, dan lain-lain merupakan salah satu bahasa yang umum dan dapat dengan mudah dinikmati. Media gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan, dan relatif murah karena tidak memerlukan alat proyeksi untuk menampilkannya.Media gambar dapat dihasilkan dengan cara manual dan dengan bantuan mesin. Mesin tersebut lazim disebut kamera. Ada dua jenis kamera, yaitu kamera analog dan kamera digital.

Peta merupakan salah satu bahan pustaka yang penting bagi perpustakaan. Secara singkat, peta merupakan gambaran kenampakan muka bumi pada bidang datar dengan menggunakan skala. Dalam pengertian lainnya disebutkan bahwa peta adalah suatu gambaran sebagian atau seluruh wilayah permukaan bumi dengan berbagai fenomena kenampakannya pada suatu  Continue reading »

Penelusuran informasi di perpustakaan

Peranan literature adalah membantu pengguna dalam mencari informasi yang dibutuhkan, membantu memilih desain atau metodologi penelitian, membantu memperkuat informasi dari suatu analisis.

Penelusuran literature terdiri dari 3 yaitu:

  1. Secara manual dengan menggunakasn publikasi tercetak, bibliografi, abstrak, indeks, catalog
  2. Secara langsung menggunakan pangkalan data secara online
  3. Menggunakan CD ROM dan pangkalan data yang dibangun sendiri

Seiring dengan berkembangnya teknologi tidak terlepas dengan adanya informasi yang banyak sehingga perlu skill dalam penelusuran informasi agar tidak berlarut-larut dalam informasi yang sebenarnya kita menginginkan informasi tersebut, tetapi yang keluar banyak dan bingung mau milih yang mana. Untuk itu perlu skill khusus dalam pencarian informasi yang dinamakan literasi informasi. Gunanya adalah untuk mengefektifkan pencarian di internet agar menemukan informasi secara tepat tanpa berlarut-larut menyelam ke dunia informasi yang sekian ribu banyaknya. Agar informasi yang dicari tidak sia-sia artinya membuang waktu dalam pencarian. Fasilitas pencarian informasi yang bisa melalui OPAC, search engine, database online, dan fasilitas lainnya yang intinya pada kata kunci (keyword). Disini saya memberika contoh pada mesin pencari internet. Sebelum menggunakan mesin pencari, pelajari terlebih dahulu apa mesin pencari yang digunakan seperti yahoo, big, google, dll  selanjutnya tentukan kata kunci yang mewakili topic yang diinginkan, gunakan operator Boolean (or, not, and), gunakan tanda kutip untuk frase yang utuh, memanfaatkan fasilitas advanced search pencarian khusus. Setelah mendapatkan hasil penelusuran maka bisa disimpan hasil penelusuran seperti di end note, papyrus, write note dll.