Media Proyeksi (Slide)

Dalam upaya memperbaiki proses pembelajaran agar efektif dan fungsional, maka fungsi media pembelajaran sangat penting untuk dimanfaatkan. Pemakaian media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk mempertinggi daya cerna siswa terhadap informasi atau materi pembelajaran yang diberikan. Microsoft Power Point merupakan salah satu program berbasis multi media yang dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik.

       Beberapa hal yang menjadikan media ini menarik untuk digunakan sebagai alat presentasi adalah berbagai kemampuan pengolahan teks, wana, dan gambar, serta animasi-animasi yang bisa diolah sendiri sesuai kreatifitas penggunanya.

Ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan di dalam pembuatan presentasi yaitu :

a.       Tahap Persiapan

Penggunaan presentasi diawali dengan membuat perencanaan terlebih dahulu apa yang akan dipresentasikan atau materi yang akan dibahas untuk pembuatan slide.Adapun tahap ini meliputi:

1)   Memilih tema atau konsep-konsep yang akan dipelajari

2)   Mempersiapkan bahan pendukung misalnya dengan gambar, film, sound, dan animasi.

b.      Tahap Pelaksanaan

Membuka aplikasi Microsoft PowerPoint pada komputer, pada menu star kemudian membuat slide-slide (luncuran) yang akan ditampilkan untuk membantu di dalam menyampaikan materi pembelajaran tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam pembuatan slide.

1)   Pertama pembuatan slide harus runtut dalam penyampaian materi supaya pembelajaran tidak terkesan kembali ke materi awal.

2)   Kedua penggunaan background hendaknya pemilihan warna atau gambar yang tepat. Agar tulisan atau hal yang akan dijelaskan lebih terlihat.

3)   Ketiga bahan pendukung seperti sound dan animasi supaya diperhatikan sesuai dengan materi agar terlihat serasi dan indah.

c.       Tahap akhir

Untuk melihat hasil pembuatan menggunakan slide show yang merupakan tampilan seluruh halaman atau full screen presentasi. Dalam tampilan ini semua efek dan komponen animasi dimainkan. Jadi tampilan pada slide  Continue reading »

Media grafis di perpustakaan

Media grafis adalah media yang berfungsi sebagai alat penyimpan dan penyalur pesan yang dituangkan dalam bentuk lambang atau simbol komunikasi visual. Sebagai media visual, media grafis dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Selain itu, media grafis ini juga bermanfaat dalam menumbuhkan minat , dan dapat memberikan hubungan antara isi dengan dunia nyata.

Media grafis dibedakan ke dalam tiga kategori utama, yaitu
(1) gambar representasi seperti gambar, lukisan, foto yang menunjukkan visualisasi suatu benda;
(2) peta, atlas, dan globe yang menunjukkan hubungan-hubungan ruang antara unsur-unsur dalam isi materi;
(3) grafik seperti table, diagram, grafik dan chart (bagan).

Media gambar baik berupa foto, gambar, lukisan, dan lain-lain merupakan salah satu bahasa yang umum dan dapat dengan mudah dinikmati. Media gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan, dan relatif murah karena tidak memerlukan alat proyeksi untuk menampilkannya.Media gambar dapat dihasilkan dengan cara manual dan dengan bantuan mesin. Mesin tersebut lazim disebut kamera. Ada dua jenis kamera, yaitu kamera analog dan kamera digital.

Peta merupakan salah satu bahan pustaka yang penting bagi perpustakaan. Secara singkat, peta merupakan gambaran kenampakan muka bumi pada bidang datar dengan menggunakan skala. Dalam pengertian lainnya disebutkan bahwa peta adalah suatu gambaran sebagian atau seluruh wilayah permukaan bumi dengan berbagai fenomena kenampakannya pada suatu  Continue reading »

Penelusuran informasi di perpustakaan

Peranan literature adalah membantu pengguna dalam mencari informasi yang dibutuhkan, membantu memilih desain atau metodologi penelitian, membantu memperkuat informasi dari suatu analisis.

Penelusuran literature terdiri dari 3 yaitu:

  1. Secara manual dengan menggunakasn publikasi tercetak, bibliografi, abstrak, indeks, catalog
  2. Secara langsung menggunakan pangkalan data secara online
  3. Menggunakan CD ROM dan pangkalan data yang dibangun sendiri

Seiring dengan berkembangnya teknologi tidak terlepas dengan adanya informasi yang banyak sehingga perlu skill dalam penelusuran informasi agar tidak berlarut-larut dalam informasi yang sebenarnya kita menginginkan informasi tersebut, tetapi yang keluar banyak dan bingung mau milih yang mana. Untuk itu perlu skill khusus dalam pencarian informasi yang dinamakan literasi informasi. Gunanya adalah untuk mengefektifkan pencarian di internet agar menemukan informasi secara tepat tanpa berlarut-larut menyelam ke dunia informasi yang sekian ribu banyaknya. Agar informasi yang dicari tidak sia-sia artinya membuang waktu dalam pencarian. Fasilitas pencarian informasi yang bisa melalui OPAC, search engine, database online, dan fasilitas lainnya yang intinya pada kata kunci (keyword). Disini saya memberika contoh pada mesin pencari internet. Sebelum menggunakan mesin pencari, pelajari terlebih dahulu apa mesin pencari yang digunakan seperti yahoo, big, google, dll  selanjutnya tentukan kata kunci yang mewakili topic yang diinginkan, gunakan operator Boolean (or, not, and), gunakan tanda kutip untuk frase yang utuh, memanfaatkan fasilitas advanced search pencarian khusus. Setelah mendapatkan hasil penelusuran maka bisa disimpan hasil penelusuran seperti di end note, papyrus, write note dll.