MAKNA MENJADI PENERIMA BEASISWA

Tan Malaka mungkin bisa dikatakan termasuk dalam kelompok penerima Beasiswa Pertama di Republik ini. Pada tahun 1913 di usianya yang menginjak 16 tahun Tan Malaka berangkat ke negri Belanda. Tan melanjutkan studinya di sekolah Guru Rijkweekschool di Harleem Belanda dengan program beasiswa.

Begitu juga Mohammad Hatta, meninggalkan Indonesia pada tanggal 3 Agustus tahun 1921 dengan menumpang kapal Tambora dari Teluk Bayur ke Rotterdam, Hatta pergi untuk belajar ekonomi dengan beasiswa dari van Deventer-Stichting, sebuah yayasan yang namanya diambil dari seorang politisi Belanda yang peduli dengan hak-hak koloni Hindia Belanda.

Mereka berdua dan beberapa pemuda Indonesia lainnya adalah generasi pertama di tanah air yang menjadi penerima beasiswa. Mereka adalah generasi emas Republik yang terdidik lalu tercerahkan. Keterdidikan dan ketercerahan itu tidak terlepas dari dukungan dari Beasiswa pendidikan yang mereka terima.

Lalu apa artinya menjadi penerima beasiswa?

Menjadi penerima beasiswa bukan berarti saat kita menerima uang lalu sekolah didalam negri atau luar negri, bisa jalan-jalan ke berbagai tempat lalu update foto selfie di Facebook atau Instagram. Selesai studi, lalu bekerja dan menikmati keberhasilan kita sendiri. Bukan itu saja, bahkan bukan itu pointnya. Beasiswa dalam terjemahan lain berarti scholarship. Scholarship memiliki makna yang lebih dalam dan tajam dari beasiswa. Seorang scholar adalah orang yang mencari pengetahuan, menemukan pengtehuan lalu bersiap menjadi intelektual publik.

Seoarang scholar adalah orang yang menyiapkan dirinya untuk menjadi intelektual publik. Masuk secara dalam pada persoalan-persoalan masyarakat.

Sekolah dengan beasiswa berarti kita musti siap menjadi Inteletual Publik yang terus berpihak kepada kebenaran, dan memperjuangkan keadilan, sambil terus berupaya menjelaskan segala irasionalitas yang terjadi di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *