Posted in WAKTU SENGGANG

Kekasih Ombak

Ini tentang semilir angin pesisir yang dahulu selalu berlabuh di wajahnya. Menyanyikan senandung tentang suatu senja di dermaga kecil, ketika kami sama-sama berlarian mengejar matahari yang hampir tenggelam. Aku sering memanggilnya Bintang Kejora lantaran bola matanya selalu memancarkan sinar. Kadang-kadang aku juga menyebutnya Lembayung walau nama aslinya adalah Musdalifah. Tapi, dia lebih suka memanggilku Dang, [...]

Sebilah Senyum (Part 4)

Di stasiun kereta pukul sepuluh. Langit berawan tipis. Orang-orang berlalu lalang menembus kepulan debu yang menebar di udara kota. Suhu agak panas. Beberapa pengumuman terdengar lewat pengeras suara secara berulang-ulang. “Gerbong nomor tiga, sekitar delapan menit lagi, Bu,” petugas loket memberikan keterangan tentang jadwal keberangkatan kepada ibumu. Engkau tak mengetahui arah perjalanan kali ini. Ibumu [...]

SEPUCUK SURAT

Surat itu, aku tahu engkau menulisnya….segurat duka membayang pada tiap-tiap larik yang kau bubuhkan mungkin dengan tinta kepedihan dan gelimang air mata: ‘Ibuku telah pergi, wahai sahabatku…membiarkan seberkas luka terdalam yang niscaya bisa kau lihat serpihannya dengan  matamu….Aku sekarang yatim piatu, lalu bisakah aku menganggap engkau sebagai saudara kandung agar ibumu bisa kujadikan tempat menghiba?….karena [...]

Delapan Matahari (1)

Pawang Orang-Orang Kebun  Sebenarnya sebutan ‘orang-orang kebun’ melekat sejak dahulu kepada tetua kami, kumpulan transmigran yang hidup morat-marit di lereng Bukit Barisan Kawasan Barat Provinsi Bengkulu. Menurut Bapakku, tak lama setelah proklamasi kemerdekaan, beberapa keluarga dari para tetua kami Suku Serawai memutuskan untuk bermigrasi dari kawasan padang resam tropis yang tandus di Ulu Talo Bengkulu [...]

Delapan Matahari (2)

 Watson Kecil Bermata Binar   Kawan, kalau saja ada sebuah mazhab khusus tentang mata, maka aku adalah pengikutnya yang paling taat. Menurut teori Pak Baron, mata tak ubahnya seperti muara dari sebuah tabung  panjang yang menjulur dari alam jiwa seseorang. Dan kita akan dapat mengintip rahasia-rahasia terbesarnya yang tak pernah mencuat kepermukaan melalui muara tabung [...]

Sebilah Senyum (Part 1)

Bingkai itu masih terpajang di sudut meja. Agak kusam walau tak pernah berdebu. Bentuknya persegi, warnanya coklat tua. Bingkai kesayangan yang terkadang kau peluk dalam selimut berbulu tebal abu-abu, saat malam mulai terasa dingin atau sedikit menyakitkan. Sebab akan selalu ada kehangatan yang menebar pada seulas senyum di dalamnya. Senyum lelaki pujaan berahang kokoh, beralis [...]

Sebilah Senyum (Part 2)

Minggu ketiga dibulan Februari. Badai baru saja usai, menyisakan lembab pada dedaunan dan permukaan tanah di halaman depan. Serasah berserakan di mana-mana. Ibumu telah pergi. Seorang lelaki berbadan tegap dan berjambang tipis menjemputnya beberapa saat yang lalu. Ia belakangan ini memang sering kali pergi bersama pria penunggang Jeep Wrangler warna merah itu. Mereka terkadang tampak [...]

Sebilah Senyum (part 3)

Hari terakhir dimusim panas sepuluh tahun silam. Ayahmu dalam sebuah  penerbangan transit dari Amsterdam menuju bandara Flughafen Wien di Vienna. Takdir telah menggariskan bahwa ia akan dipertemukan kembali dengan seseorang di pesawat itu. Dalam debaran yang tetap sama. “Apa yang kau lakukan di Amsterdam, Herman?” Suara itu terdengar akrab ketika ayahmu baru saja meletakkan tasnya [...]

Elegi Matahari

SETIAP kali aku melangkah sendiri  dalam senja yang sepi dimusim gugur seperti ini, selaksa kenangan menyeruak dengan cara yang sangat menyakitkan. Bayangan-bayangan kelam seolah membias pada daun-daun maple yang mulai menjadi jingga dan kemerahan, pada pohon-pohon gingko dengan tajuk kuning tuanya  yang melancip atau pada ranting-ranting willow yang meranggas kusam. Seyogyanya semuanya kelak akan runtuh, [...]

Lelaki Medang Batu

Dan ketika germis senja mulai merinai di pangkal tebing, tiba-tiba selaksa luka kembali menyeruak dengan semenah-menah. Luka atas kenangan masa lalu yang tetap menganga lebar, dendam yang tak pernah pudar walau sudah belasan tahun ingin ku kubur dalam-dalam. Ini adalah ihwal sakitnya rasa menanggung rindu. Rindu akan sebuah senja dalam gerimis di pangkal tebing yang [...]

Pada Suatu Petang

“Pada akhirnya semua akan pergi, satu demi satu,” ucapnya dengan nada sangat getir. “Ya,” timpalku pelan, “semua jelas akan pergi. Tapi, sekiranya bisa memilih aku ingin jadi yang duluan. Bukan yang tertinggal. Sakit rasanya seperti ini. Sakit.” Aku mendongak ke langit. “Sabarlah..yang duluan dan yang ditinggalkan kelak juga akan bertemu lagi,” suaranya semakin tenggelam dalam [...]

Spesialis Juara Tiga

Menulis fiksi sebenarnya salah satu kegemaran saya selain nonton film dan berenang di akhir pekan (itupun kalau tidak hujan). Sebagai generasi keahiran delapan puluhan, tentu saya memiliki cukup banyak pengalaman belajar tentang kepenulisan fiksi sejak duduk di bangku SD. Saya ingat betul, bahwa dahulu di zaman bercocok tanam ladang berpindah, pelajaran mengarang dan seluk beluk [...]

ASMARA TRUK SAWIT

“Entahlah..” katanya suatu hari. “Kau bahkan tak tahu namaku.” Ya, benar aku tak tahu namamu. Dan aku juga tak paham mengapa aku mulai berandai-andai, setidaknya sejak pertengahan musim panas tahun lalu. “Ini mungkin tentang kita, atau tepatnya tentang aku.” Begitu aku menyikapinya dengan sangat bijak, dengan segenap kedewasaanku. “Kau masih di sana?” “Ya, masih.” “Kau [...]

JESSICA DE BORRA

Nama sebenarnya adalah Jesicca…Jessica yang selalu menyuguhan segelas kecil kopi hitam manis, kepada lelaki-lelaki itu: yang berdada sebelah, yang berkumis tipis, yang kelimis, yang tidak berdada….yang selalu haus..yang sedikit berbulu….yang tidak berpaha.. “Jes…,” bisikku suatu pagi. Dia hanya menoleh. “Sampai kapan akan begini? Maksudku, penyamaran sempurnamu itu, persembunyianmu dibalik kedok sebagai seorang Jeng Penny.” Dia [...]

Kepada Rindu

Cukup jauh aku menyebrang Meninggalkanmu di kelengangan ladang dengan asa dan keringat lelah berderaian Kita sedang terpisah tapi cinta terus saja membara terserah segala kepada rindu, Ibundaku Walau mengingatmu tangis acap kali tak tertahankan Tersendat, sedu-sedan, pelan pelan Persis seperti nafas-nafas lelahmu ketika petang merembang Sawah… Pepohonan… Riak- riak di pematang Mereka selalu berkisah ikhwal hebatnya [...]

Ibuku Seorang PhD

Ibuku tak pernah tahu apa itu naik kelas dan jadi juara, Ibuku juga tak pernah tahu berapa angka sempurna di rapor anak anaknya. Ibuku cuma sesekali bertanya, “sebenarnya kamu itu sudah kelas berapa?” dan kami akan serentak tertawa dengan tanpa menjawabnya, sebab kelak sebelum tidur kami satu per satu berbisik kepadanya, “aku sebentar lagi kelas tiga, [...]

SURAT KEPADA PETANG

Sebab sepi membelaiku, wahai kekasih, maka sejak itu pula aku mulai mengingatmu. Ada yang tiada mungkin terlewatkan dari kisah lama yang terus bergulir dan terpahat kuat di dinding nuraniku. Duhai perempuan kesayanganku, jika esok tubuh ini  menepi pada sebuah dermaga di seberang sana, sesungguhnya yang kuinginkan bukan hanya sebentuk pertemuan ataupun lambaian jari indahmu, tapi [...]

HELENA

  Jalan itu masih tetap sama.  Setapak, kecil dan berliku. Dipagari kembang-kembang masa lalu  yang mekar sesukanya. Cemara laut, pohon bidara dan kenari beranting kusam. Berbaris-baris, mengitari sebuah rumah berukuran besar. Rumah  dengan bougenville ungu dan aster kuning tua tumbuh di pekarangannya. Rumah berdinding batu tebal dengan kaca-kaca jendela dibingkai putih. Rapi, rapi sekali. Sesosok [...]