September, 2016 Archive

Sebilah Senyum (Part 4)

Di stasiun kereta pukul sepuluh. Langit berawan tipis. Orang-orang berlalu lalang menembus kepulan debu yang menebar di udara kota. Suhu agak panas. Beberapa pengumuman terdengar lewat pengeras suara secara berulang-ulang. “Gerbong nomor tiga, sekitar delapan menit lagi, Bu,” petugas loket memberikan keterangan tentang jadwal keberangkatan kepada ibumu. Engkau tak mengetahui arah perjalanan kali ini. Ibumu [...]