Juli, 2016 Archive

Delapan Matahari (1)

Pawang Orang-Orang Kebun  Sebenarnya sebutan ‘orang-orang kebun’ melekat sejak dahulu kepada tetua kami, kumpulan transmigran yang hidup morat-marit di lereng Bukit Barisan Kawasan Barat Provinsi Bengkulu. Menurut Bapakku, tak lama setelah proklamasi kemerdekaan, beberapa keluarga dari para tetua kami Suku Serawai memutuskan untuk bermigrasi dari kawasan padang resam tropis yang tandus di Ulu Talo Bengkulu [...]

Delapan Matahari (2)

 Watson Kecil Bermata Binar   Kawan, kalau saja ada sebuah mazhab khusus tentang mata, maka aku adalah pengikutnya yang paling taat. Menurut teori Pak Baron, mata tak ubahnya seperti muara dari sebuah tabung  panjang yang menjulur dari alam jiwa seseorang. Dan kita akan dapat mengintip rahasia-rahasia terbesarnya yang tak pernah mencuat kepermukaan melalui muara tabung [...]

Sebilah Senyum (Part 1)

Bingkai itu masih terpajang di sudut meja. Agak kusam walau tak pernah berdebu. Bentuknya persegi, warnanya coklat tua. Bingkai kesayangan yang terkadang kau peluk dalam selimut berbulu tebal abu-abu, saat malam mulai terasa dingin atau sedikit menyakitkan. Sebab akan selalu ada kehangatan yang menebar pada seulas senyum di dalamnya. Senyum lelaki pujaan berahang kokoh, beralis [...]

Sebilah Senyum (Part 2)

Minggu ketiga dibulan Februari. Badai baru saja usai, menyisakan lembab pada dedaunan dan permukaan tanah di halaman depan. Serasah berserakan di mana-mana. Ibumu telah pergi. Seorang lelaki berbadan tegap dan berjambang tipis menjemputnya beberapa saat yang lalu. Ia belakangan ini memang sering kali pergi bersama pria penunggang Jeep Wrangler warna merah itu. Mereka terkadang tampak [...]

Sebilah Senyum (part 3)

Hari terakhir dimusim panas sepuluh tahun silam. Ayahmu dalam sebuah  penerbangan transit dari Amsterdam menuju bandara Flughafen Wien di Vienna. Takdir telah menggariskan bahwa ia akan dipertemukan kembali dengan seseorang di pesawat itu. Dalam debaran yang tetap sama. “Apa yang kau lakukan di Amsterdam, Herman?” Suara itu terdengar akrab ketika ayahmu baru saja meletakkan tasnya [...]