JESSICA DE BORRA

Nama sebenarnya adalah Jesicca…Jessica yang selalu menyuguhan segelas kecil kopi hitam manis, kepada lelaki-lelaki itu: yang berdada sebelah, yang berkumis tipis, yang kelimis, yang tidak berdada….yang selalu haus..yang sedikit berbulu….yang tidak berpaha..

“Jes…,” bisikku suatu pagi.
Dia hanya menoleh.
“Sampai kapan akan begini? Maksudku, penyamaran sempurnamu itu, persembunyianmu dibalik kedok sebagai seorang Jeng Penny.”
Dia tidak menimpal.
“Kau tidak risih dengan godaan rummie? Atau cekikikan Mister Jebbie yang kadang menakutkanmu? Kau tidak ingin merubah dandananmu seperti Yunnie, jambul tiga perempatnya itu? Atau belajar berenang gaya belalang sembah seperti istri pangeran itu?”

Jesica hanya terdiam.

“Jes…” Aku menyebut namanya lagi lebih ketus. “Kau mau ku ajarkan cara mencampur kopi-kopi itu dengan sianida?”
Dia mengangguk sangat pelan.

“Kau mau ku ajarkan cara membunuh lelaki berdada sebelah itu? Atau menyingkirkan pejabat jadi-jadian di bilik departemen internasional itu?”

Jessica tidak membalas.
Sebelum pergi, aku menyelipkan ‘racun ubi perancih’ itu ke dalam gaun motif bunga kecubung yang dikenakannya.
Jessica lantas cekikikan….mungkin dia sedikit geli..entahlah, Jessica memang selalu begitu.

(Untuk Uni Pennie, Sang Ahli dapur tercinta di departemen kami).

 

 

Comments are closed.