Kepada Rindu

ibuCukup jauh aku menyebrang

Meninggalkanmu di kelengangan ladang

dengan asa dan keringat lelah berderaian

Kita sedang terpisah tapi cinta terus saja membara

terserah segala kepada rindu, Ibundaku

Walau mengingatmu tangis acap kali tak tertahankan
Tersendat, sedu-sedan, pelan pelan
Persis seperti nafas-nafas lelahmu ketika petang merembang

ibu-di-sawah2Sawah…

Pepohonan…

Riak- riak di pematang

Mereka selalu berkisah ikhwal hebatnya sayangmu 

Mereka saksi atas keringat dan darah yg tercurah demi aku

Aku kan pulang
Aku tak pernah bertahan terlalu lama utk jauh dari ragamu
Engkau pasti sangat tahu kelemahanku, bukan?

Kita niscaya kembali berpelukan
Akan ku rasakan lagi hangat tiap- tiap dekap tubuh rentahmu

Dengarlah…
Kita selalu sama-sama lihai dalam membaca rindu
Dan menterjemah cinta seperti bilah-bilah

(Dalam senja di Shimotsuke-shi)

Comments are closed.