Category Archives: SEO

Karakteristik konten berkualitas (High quality content) dalam bisnis online

Sering sekali ada perdebatan di formum-forum internet marketing tentang teknik penulisan kontent yang baik untuk seo (seo friendly content). Itu semua wajar-wajar saja, karena lain orang lain pula persepsinya tentang konten yang baik. Ketika bertemu dengan thread debat seperti itu alangkah baiknya jika kita memposisikan diri sebagai pendengar yang baik saja.

Sebagian pakar internet marketer berpendapat bahwa, konten yang bagus untuk mendapatkan posisi terbaik di mesin pencari adalah konten yang panjang. Jadi jangan heran, terkadang kita menemukan artikel berbelit-belit saat searching. Itu semua karena si author menganut aliran “long article” ini.

Sebagian lain berpendapat bahwa konten yang baik adalah konten yang banyak mengandung kata kunci. Sehingga terkadang dalam satu artikel kita bisa menemukan banyak sekali pengulangan kata, artinya author web/ blog tersebut lebih mementingkan keyword.

Ada juga marketer lebih mementingkan teknik penulisan, seperti penggunaan bold (cetak tebal), tulisan miring, quote,  atau pewarnaan pada kata/ kalimat yang mengandung keyword utama. Maka kadang kita menemukan sebuah artikel engan banyak gaya penampilan tulisan.

Pada dasarnya semua paparan diatas hanyalah menyangkut teknik penyajian kontent (tulisan) saja. Pada tatanan konsep, konten berkualitas tinggi tidaklah ribet. Inti dari kualitas adalah kepuasan user (pembaca). Semakin puas seorang pembaca terhadap artikel/ kontent yang kita sajikan maka semakin baik kualitas kontent tersebut.

Selanjutnya turunankan konsep kepuasan tersebut dalam teknik penulisan. item sederhanaya sebagai berikut:

  1. Orang lebih suka membaca tulisan/ melihat konten yang to the point (langsung pada inti permasalahan)
  2. Konten yang kaya lebih disukai dairpada kontent apa adanya. Kaya dalam artian sebuah tulisan artikel memiliki ilustrasi lengkap baik dalam bentuk percontohan, gambar ataupun dilengkapi video.
  3. Mesin pencari menghitung kualitas sebuah kontent dari kepuasan user (pembaca). Kepuasan user dinilai berdasarkan time per visit + bounce rate. Apa arti kedua istilah tersebut, kita lanjut di lain kesempatan.. (ngantuk)

 

Dasar-dasar SEO

Apa itu SEO?

Istilah SEO sering digunakan di bidang internet publishing, singkatan dari Search Engine Optimization. Kalau di-Indonesiakan optimasi mesin pencari atau dapat diartikan “kegiatan optimasi media online agar mudah ditemukan melalui mesin pecari di internet”.

Apa itu media online?

Media online adalah media yang dapat mempublikasikan konten secara online. Kontent sendiri bisa berbentuk tulisan, video, rekaman suara, gambar dan lain sebagainya. Media online pada dasarnya hanya satu yakni halaman situs. Situs bisa ditampilkan dalam berbagai bentuk, seperti blog, website, video streaming, dan lain sebagainya.

Dasar-dasar SEO.

Untuk memahami SEO secara utuh maka kita harus memahami cara kerja mesin pencari khususnya google.  Cara kerja mesin pencari dapat digambarkan secara singkat seperti berikut ini.

cara kerja mesin pencari

Bagaimana? ternyata cara kerja mesin pencari sangat sederhana bukan? Tapi kenyataan aplikasinya tidak semudah kesederhanaan itu. Mesin pencari bukanlah sebuah mesin yang aktif mengcrawl (merayapi) konten-kontent yang baru dipublikasikan secara online, dengan kata lain “mesin pencari bukanlah mesin yang aktif mencari situs-situs baru di internet”. Berikut ini beberapa cara mesin pencari menemukan konten/ situs baru:

  1. Webmaster/ pemilik situs mensubmit situsnya ke mesin pencari. Cara ini paling umum dilakukan semua webmaster di dunia ini. Situs (URL) biasanya disubmit ke google search console, bing webmaster dll.
  2. Google atau mesin pencari lain menemukan situs anda dari backlink yang terpasang di situs lain. Adakalanya sebuah halaman situs tetap muncul di mesin pencari walau tanpa submit to search engine, hal ini terjadi karena seseorang atau anda sendiri memasang url situs anda di situs lain yang telah terindeks di mesin pencari.
  3. “typing url on search engine form”, ketika kita mengetikkan url website yang baru kita buat di form mesin pencari google, maka pada dasarnya robot google secara otomatis akan mencrawl halaman URL tersebut.

Tujuan SEO

Semua webmaster yang kita temui akan mengatakan “SEO untuk menjadi nomor 1 di mesin pencari” dan memang itulah tujuan akhir dari kegiatan SEO.

Apa pentingnya menjadi nomor 1 (urutan pertama) pada mesin pencari?

Semakin baik peringkat sebuah halaman di mesin pencari maka semakin tinggi (semakin banyak) pengunjung yang datang ke halaman tersebut.  Semakin banyak pengunjung maka semakin tinggi tingkat penjualan (logikanya). Atau semakin banyak pengunjung (visitor) semakin terkenal sebuah brand yang dipromosikan di halaman tersebut.  Bukankah itu inti dari ilmu-ilmu pemasaran???

Cara mesin pencari merangking halaman website pada SERP (search engine result page).

Selanjutnya, kita juga harus memahami cara mesin pencari merangking sebuah halaman web pada hasil pencarian. Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi posisi sebuah halaman di mesin pencari:

dasar-dasar-seo

  1. Relevansi konten dengan kata kunci yang digunakan. Semakin relevan sebuah konten terhadap kata kunci maka semakin baik posisi web tersebut di hasil pencarian search engine.
  2. Bounce rate, semakin kecil bounce rate semakin baik posisi di hasil pencarian. Logikanya; “semakin kecil bounce rate berarti semakin besar kepuasan pengunjung terhadap kata kunci yang mereka gunakan pada mesin pencari”  contohnya; misalkan kita sedang mencari kain songket termurah, maka kita akan mengetikkan harga kain songket termurah di mesin pencari, selanjutnya kita mengklik web no 1 di hasil pencarian, tapi ternyata pada halaman web tersebut tidak kita temukan harga songket murah sama sekali, maka aksi kita selanjutnya adalah melakukan pencarian ulang di mesin pencari dan tidak lagi membuka web no 1 di hasil pencarian, itu artinya telah terjadi bounce (pentalan) terhadap web nomor 1 tersebut. Semakin sering terjadi bounce maka semakin rendah kualitas halaman tersebut di mata mesin pencari.
  3. Ukuran halaman website, semakin besar ukuran halaman maka semakin susah untuk dibuka. Web yang berat sudah pasti akan memiliki bounce rate yang tinggi.
  4. Dll, akan dijelaskan lain kali kalau sempat… heheheh

Itulah sedikit dasar-dasar seo, sebenarnya masih banyak lagi indikator yang harus dipahami jika kita ingin meningkatkan rank di serp, seperti; keyword density, meta tag halaman, strutur data halaman, backlink quality, keyword positioning on page, social media signal dan lain sebagainya. untuk itu akan dijelaskan di lain kesempatan.

PENGERTIAN-DAN-DASAR-SEO