Ikhwan Arief

Industrial Engineering Department – Faculty of Engineering – Universitas Andalas

Mengeluarkan Statistik Artikel Tanpa Plugin

without comments

Pada OJS ada sebuah plugin yang dikenal dengan nama ALM. Namun ALM ini “dipensiunkan” oleh PKP dan PKP mulai dengan Article Level Metric lain yang dikenal dengan nama Lagotto. ALM dan Lagotto adalah plugin yang berguna untuk menghitung statistik artikel. Pada OJS 3, ALM bisa diaktifkan dengan mengaktifkan plugin statistik. Tidak demikian halnya pada OJS versi 2. Dengan “pensiunnya” plugin ALM, maka statistik pada tingkat artikel di OJS 2 juga boleh dikatakan tidak ada lagi.

However … statistik ini bisa diaktifkan secara manual dan agak “kasar” dengan mengedit sebuah file pada OJS. Hasilnya bisa dilihat pada halaman artikel di Jurnal Optimasi Sistem Industri (JOSI) pada alamat http://josi.ft.unand.ac.id. Screenshot berikut adalah contoh tampilan statistik dimaksud (Article Metrics) pada kotak merah dibagian paling bawah.

Berikut langkah yang dikerjakan untuk hasil sederhana seperi pada JOSI.

Pertama, anda harus bisa mengakses file-file yang ada pada direktori OJS di server. Artinya perlu akses ke Control Panel atau sejenisnya, baik dengan terminal maupun dengan memakai WinSCP, Transmit, dll. Login dengan username dan password untuk jurnal anda.

Kedua, masuk ke dalam direktori /templates/article/ dan buka file article.tpl

!! Pastikan bahwa sudah dibuat duplikat file article.tpl sebelum mengeditnya.

Ketiga, pada file article.tpl, cari baris di bawah untuk meletakkan statistik artikel atau istilah kerennya Article Metrics.

Keempat, copas syntax berikut pada baris 120 an (tergantung theme yang dipakai), seperti pada gambar:

{* Article Metrics *}

<H4>Article Metrics</H4>

{translate key=”article.abstract”} view : {$article->getViews()} times<br>

{if $galleys}
{foreach from=$galleys item=galley name=galleyList}
{$galley->getGalleyLabel()} – {$galley->getViews()} times
{/foreach}
{/if}

{* Article Metrics *}

Kelima, simpan file article.tpl dan kemudian lihat pada halaman artikel di bagian bawah setelah References.

Keenam, selesai …

Bila anda ingin mengubahnya sesuai selera, bisa bebas melakukannya dengan mengikuti pola syntax HTML.

Silahkan mencoba.

Written by ikhwanarief

February 8th, 2018 at 2:26 am

Mempercantik OJS dengan Jquery UI

without comments

Mau jurnalnya cakep seperti memakai dropdown menu, tab menu, dll? Demo nya ada di sini : http://jqueryui.com/demos/

Hanya tinggal copas dari demo tersebut, dan simpan di halaman OJS yang ingin “dipakaikan” menu atau apapun yang ada di jquery UI tersebut.

Caranya :

1. Buka file header.tpl dari alamat : /templates/common. Ada 13 baris perintah seperti teks di bawah ini:

{**
* templates/common/header.tpl
*
* Copyright (c) 2013-2016 Simon Fraser University Library
* Copyright (c) 2003-2016 John Willinsky
* Distributed under the GNU GPL v2. For full terms see the file docs/COPYING.
*
* Common site header.
*}
{strip}
{translate|assign:”applicationName” key=”common.openJournalSystems”}
{include file=”core:common/header.tpl”}
{/strip}

2. Copas perintah ini setelah baris terakhir {/strip}

<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd”>
<html xmlns=”http://www.w3.org/1999/xhtml”>
<head>
<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=UTF-8″ />
<link rel=”stylesheet” href=”jquery-ui.min.css”>
<script src=”external/jquery/jquery.js”></script>
<script src=”jquery-ui.min.js”></script>
</head>

3. Setelah itu, tinggal memilih apa yang akan di”contek” dari halaman JqueryUI.

NB. Tergantung theme nya, lokasi persis dari filenya bisa tidak sama/berbeda. Tetapi di dalam struktur direktori yang sama.

Selamat mencoba !

Written by ikhwanarief

February 8th, 2018 at 2:12 am

Buku

without comments

Sekarang sudah ada 3 (tiga) buku yang bisa dibaca untuk siapapun yang berminat dalam pengelolaan jurnal secara daring. Buku pertama berjudul “Jurnal Online dengan Open Journal System” dan buku kedua berjudul “Mengelola Referensi Publikasi Ilmiah”. Kedua buku ini ditulis dan didistribusikan dalam format digital. Gratis tidak bayar.

Buku ketiga juga mengenai open journal system, tetapi diterbitkan oleh PT Elex Media Computindo dengan judul “Kupas Tuntas Open Journal System Versi 3”. Didistribusikan oleh penerbit melalui toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Buku

Buku “Kupas Tuntas Open Journal System Versi 3″

Written by ikhwanarief

February 7th, 2018 at 3:29 pm

Memindahkan Tulisan DOI

without comments

Bagi artikel jurnal yang sudah ada DOI, biasanya OJS meletakkan tulisan DOI di bagian paling bawah setelah References. Ini bisa dipindahkan untuk mempercepat penemuan DOI oleh pembaca. Contohnya pada sebuah artikel di halaman Jurnal Optimasi Sistem Industri (JOSI) ini http://josi.ft.unand.ac.id/index.php/josi/article/view/102

Berikut langkah yang dikerjakan untuk hasil sederhana seperi pada JOSI.

Pertama, anda harus bisa mengakses file-file yang ada pada direktori OJS di server. Artinya perlu akses ke Control Panel atau sejenisnya, baik dengan terminal maupun dengan memakai WinSCP, Transmit, dll. Login dengan username dan password untuk jurnal anda.

Kedua, masuk ke dalam direktori /templates/article/ dan buka file article.tpl
!! Pastikan bahwa sudah dibuat duplikat file article.tpl sebelum mengeditnya.

Ketiga, cari baris 110 (kurang lebih … tergantung theme dan apakah pernah diedit sebelumnya atau tidak … ), seperti pada gambar berikut :

Cari dan cut syntax ini dari bagian article.tpl tersebut :

<div>
{foreach from=$pubIdPlugins item=pubIdPlugin}
{if $issue->getPublished()}
{assign var=pubId value=$pubIdPlugin->getPubId($pubObject)}
{else}
{assign var=pubId value=$pubIdPlugin->getPubId($pubObject, true)}{* Preview rather than assign a pubId *}
{/if}
{if $pubId}
{$pubIdPlugin->getPubIdDisplayType()|escape}: {if $pubIdPlugin->getResolvingURL($currentJournal->getId(), $pubId)|escape}<a id=”pub-id::{$pubIdPlugin->getPubIdType()|escape}” href=”{$pubIdPlugin->getResolvingURL($currentJournal->getId(), $pubId)|escape}”>{$pubIdPlugin->getResolvingURL($currentJournal->getId(), $pubId)|escape}</a>{else}{$pubId|escape}{/if}
{/if}
{/foreach}

</div>

Keempat, cari di sekitar baris 46 untuk meletakkan tulisan DOI persis di bawah judul artikel. Di bawah syntax berikut :

<div id=”articleTitle”><h3>{$article->getLocalizedTitle()|strip_unsafe_html}</h3>

Kemudian di paste syntax yang sudah di-cut pada langkah ketiga. Kita memindahkan blok syntax itu yang mengeluarkan tulisan DOI ke atas di bawah judul artikel. Hasilnya kira-kira seperti pada gambar berikut :

Terakhir, simpan file article.tpl tersebut.

Written by ikhwanarief

February 7th, 2018 at 2:00 pm

Error 500 Bikin Repot

without comments

Error 500 merupakan error yang tidak bisa ditebak tanpa melakukan pemeriksaan lengkap. Error 500 ini biasanya tidak bisa dijawab melalui penerawangan terhadap si server.

Error 500 itu sendiri merupakan laporan dari server bahwa terjadi masalah di server ketika proses dijalankan, tetapi server tidak bisa melaporkan apa kejadian spesifik berdasarkan kode status kesalahan HTTP secara umum.

Silahkan baca link ini untuk daftar kode status server : https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_HTTP_status_codes.

Kelompok kesalahan 5XX merupakan kode kesalahan proses HTTP ketika server menerima instruksi, tetapi “tidak mampu” melaksanakan instruksi tersebut karena beragam penyebab. Sederhananya, si server jadi tulalit. Bukan telolet ya …

Pesannya bisa salah satu dari yang berikut ini:

  • 500 Internal Server Error
  • HTTP 500 – Internal Server Error
  • Temporary Error (500)
  • Internal Server Error
  • HTTP 500 Internal Error
  • 500 Error
  • HTTP Error 500
  • 500. That’s an error

Keywordnya adalah kata Error dan angka 500

Bila anda adalah pemilik server tersebut, beberapa langkah berikut bisa dikerjakan sebelum “panik”. Hehehe

Error pada permission. Pada kejadian paling umum dan sederhana adalah, adanya permission yang tidak sesuai di server. Baik itu pada file, maupun pada direktori. Kalau ini yang terjadi, permission pada PHP atau script CGI bisa dijadikan kambing hitamnya. Biasanya yang dilakukan adalah mengubahnya menjadi 0755 atau -rwxr-xr-x

Penyebab lainnya bisa saja karena waktu proses pada PHP nya sudah mentok. Umpamanya, ada script dalam aplikasi di server anda yang perlu mengakses sebuah alamat di luar server, dan karena saking lamanya proses yang terjadi, server lantas tulalit dan melaporkan error 500. Solusinya dengan menaikkan PHP process timeoutnya. Berapa? Disesuaikan saja.

Bisa saja error 500 terjadi akibat kekeliruan penulisan syntax pada file .htaccess. Walaupun ini tidak terlalu sering, tapi akan bisa membantu bila diperiksa juga instruksi yang diberikan kepada server melalui file tersebut.

Melapor ke hosting service provider anda merupakan jalan keluar lainnya. Karena bisa saja, error log yang anda baca, akan berbeda dengan yang ada dengan mereka. Mungkin pada skala hosting provider malahan lebih detail. Kalau server anda merupakan server kampus, melapor kepada tim IT kampus merupakan langkahnya.

Bila anda akan meminta tolong kepada teman atau siapapun, pasti akan sering diminta izin akses ke Control Panel. Sangat sering terjadi, ketika sampai di langkah ini komunikasi terhenti. Bisa dimaklumi, sebab tim IT tidak akan rela memberikan kunci servernya kepada orang asing. Tapi percayalah, teman yang baik tidak akan meng-aneh-aneh-i server anda.

Analoginya itu seperti kalau anda sakit dan perlu ke dokter. Tentunya anda akan ditanyain segala macam dulu oleh dokter dan bahkan – maaf – sampai disuruh buka pakaian segala kan? Karena anda ingin sehat, tentunya anda akan izinkan si dokter memeriksa anda secara lengkap bukan? Dokter kan juga punya kode etik, kalau tidak tentunya izin prakteknya bisa dicabut.

Intinya, kalau ketemu Error 500, bacalah Error Log di server, sebelum panik.

Written by ikhwanarief

January 22nd, 2018 at 8:20 am

Harrdisk Server Weblog Terbatas? No Problem!

without comments

Sudah lazim kalau sebuah artikel pada weblog memiliki ilustrasi gambar, foto ataupun audio video. Rasanya kurang mengena kalau artikel tidak diiringi dengan ilustrasinya. Namun apa daya kalau weblog yang dimiliki tidak menyediakan ruang harddisk besar untuk penyimpanan medium multimedia digital? Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengakali ruang harddisk server yang kecil.

Internet menyediakan beragam layanan tanpa bayar alias gratis untuk menyimpan dan mempublikasikan dokumen multimedia. Antara lain Youtube untuk menyimpan dan berbagi dokumen-dokumen audio video. Flickr merupakan salah satu layanan yang pada awalnya fokus untuk foto dan gambar, namun seiring berkembangnya teknologi kamera dan dokumen digital, Flickr juga menyediakan fasilitas penyimpanan audio video. Masih banyak layanan sejenis yang tersedia di Internet.

Penulis memfokuskan pada penyimpanan dan berbagi ilustrasi gambar dan foto memakai layanan Flickr. Untuk bisa menyimpan dan berbagi dokumen di Flickr, tentunya harus memiliki akun pada Flickr. Akun gratis ini mengizinkan pendaftar untuk menyimpan maksimal 200 foto. Rasanya untuk keperluan weblog, jumlah ini sudah mencukupi sampai puluhan artikel. Lagipula, kalau memang kekurangan, bisa saja dengan menaikkan status dari gratis menjadi berlangganan, atau dengan membuat akun baru.

Setelah memiliki akun Flickr, hidupkan fasilitas sharing/berbagi pada akun dan diarahkan ke layanan weblog yang harddisknya terbatas tadi. Kemudian upload lah gambar atau foto untuk ilustrasi artikel tersebut. Langkah selanjutnya ada dua pilihan. Pilihan pertama adalah mengetik artikel langsung dari Flickr setelah upload dan memilih tombol sharing dengan logo WordPress. Pilihan kedua adalah dengan ‘menempelkan’ link ke foto tersebut di dalam artikel. Penulis memakai cara pertama untuk photo blog pada alamat theikhvan.wordpress.com. Semua foto disimpan ke Flickr dan di-share dari Flickr ke WordPress.

Selamat mencoba dan kirimkan komentar bila ingin berdiskusi tentang topik ini. :-)

Written by ikhwanarief

March 22nd, 2013 at 5:58 pm

Posting via Gadget

with one comment

Pada staff.unand.ac.id, sangat memungkinkan bagi dosen dan tenaga kependidikan Universitas Andalas untuk menulis dan mempublikasi tulisan ilmiah atau non ilmiah melalui gadget. Contohnya postingan ini. Ditulis dari handphone dengan sistem operasi Android yang di download gratis dari Android Market atau Google Play. Untuk iOS juga tersedia pada Apple App Store.

Written by ikhwanarief

March 18th, 2013 at 3:25 am

Persiapan Menulis Artikel di Wikipedia

with one comment

Sebelum menulis artikel di Wikipedia, beberapa saran ini mungkin bisa membantu:

  • Kumpulkan sumber referensi yang terpercaya. Artikel ‘copy paste‘ yang tidak menyebutkan sumber penulis/link/url dan yang tidak terpercaya kemungkinan besar akan dihapus oleh editor Wikipedia.
  • Hati-hati mengenai hal-hal berikut ini: menyalin (agar tidak melanggar hak cipta), ‘copy paste‘, isi artikel yang kontroversial, artikel yang sangat pendek, dan artikel tempat lokal.
  • Sunting artikel yang telah ada untuk membiasakan diri dengan menulis dan menggunakan ‘bahasa Wikipedia’.
  • Baca artikel Wikipedia yang sudah dianggap sebagai lebih baik. Biasanya ini ada pada halaman utama Wikipedia.
  • Jelajahi Wikipedia sebelumnya untuk memastikan artikel tersebut belum ada, mungkin menggunakan nama lain. Kalau artikel sudah ada dalam subjek tersebut, sebaiknya lengkapi artikel yang sudah ada tersebut.
  • Bila artikel belum ada, pastikan buat di halaman baru, jangan menambah atau mengubah artikel yang sudah ada.
  • Jangan membuat halaman mengenai diri sendiri atau teman, halaman yang berupa iklan, ataupun esai.

Written by ikhwanarief

March 5th, 2013 at 11:45 pm

How to Make your Scientific Papers Indexed by Google Scholar

without comments

Scientific papers are regularly indexed by Google and put in its Google Scholar’s service database. The provided record will be referenced by authors all over the world (who searched Google Scholar) for their bibliographic reviews. Google Scholar made several tips for writers to make their papers easily indexed by its server. Here are some of them …

In writing, authors must be aware that;

  • Google Scholar will only indexed PDF files. Those are files with [dot]pdf behind their names. It is a portable document format. So, save your work in PDF formatted files. Microsoft Office provides built in add-on to save files as PDF files.
  • Suggested font size for paper’s title is 24 point at minimum. MS Word users can click on the Title style preset from the standard template.
  • Author’s name must be put below the title in 16 – 23 point sized fonts.
  • Be sure to label list of references with the word ‘references’ or ‘bibliography’ at the end of the paper.
  • Never save the file larger than 5 MB, because this will go into another Google’s service, the Google Books.

With these easy to do tips, Google claimed that their search bot will find the paper, and it will be indexed within several weeks only.

Written by ikhwanarief

February 24th, 2013 at 4:20 pm

Hello! – Halo – こんにちは

without comments

Welcome to my page at Laman Web Staff Universitas Andalas. This is my office blog. My other blog has been running for a while and it is a photoblog. You will find articles related to my ‘day job’s’ interest in this place. You might like them, and I would not dissapointed if you don’t. People have their own interest.

Have fun and thank you.

 

Written by ikhwanarief

February 23rd, 2013 at 10:10 am