Category Archives: Koran

C360_2015-07-08-17-35-30-944

Dalam perjalanan menuju rumah dari kampus, saya mengalami sedikit hambatan karena terjadinya kemacetan di Simpang Ketaping By Pass. Dalam macet itu, banyak orang berebut untuk keluar dari kemacetan. Justru sikap ini menyebabkan macet semakin parah. Kondisi sangat crowded. Maju kena, mundur kena. Read More →

 

Cinta adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta. Dengan cinta semuanya menjadi indah karena cinta itu merupakan kasih sayang. Kasih sayang yang ada dalam cinta membuat dunia akan terasa damai.

Ketika perasaan cinta sudah melanda, begitu banyak hal-hal di luar logika yang terjadi. Contohnya seperti yang terungkap dalam bahasa. Read More →

Suatu hari dalam perjalan menuju ruangan di kampus, saya dicegat oleh seorang teman. Teman ini terlihat seperti susah untuk bernafas. Ketika saya tanyakan, rupanya teman ini tidak sabar menunggu saya untuk curhat. Dia sudah memendam begitu lama kejadian yang akan diceritakannya kepada saya. Read More →

Dalam kunjungan saya ke Kota Ho Chi Minh di akhir Oktober yang lalu, saya melakukan beberapa agenda akademik. Salah satunya adalah ‘Pengajaran Bahasa dan Budaya Indonesia’ untuk mahasiswa S1 dari Jurusan Indonesian Studies di University Social Science and Humanity (USSH). USSH ini merupakan salah satu dari beberapa universitas negeri di Vietnam   yang berada di bawah payung Vietnam National University. Read More →

gambar-kartun

Tulisan ini terinspirasi dari dua kejadian yang secara tidak sengaja terjadi dan teramati oleh saya di akhir pekan lalu. Saat berada di kampus, saya memperoleh informasi ada suatu peristiwa yang kemudian membuat situasi kampus relatif kurang kondusif.

Awalnya saya tidak begitu memusingkan kejadian di kampus karena dinamika kehidupan membuat segela sesuatunya memang tidak mesti berjalan secara ideal. Sampai kemudian saya menerima pesan melalui media sosial Whatsapp dari seorang teman. Dalam pesannya saya diminta untuk mengikuti diskusi hangat dalam group di media sosial yang sama. Read More →

K3

Pilkada serentak baru saja berakhir. Tanggal 9 Desember lalu, di beberapa daerah di Indonesia dilakukan pemilihan kepala daerah. Semua masyarakat yang berhak dipanggil datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencoblos orang-orang yang pantas dan layak untuk diberi amanah.

Berbeda dengan pilpres tahun lalu, euforia pilkada kali ini tidak begitu heboh. Pesta rakyat di daerah ini terkesan biasa-biasa saja. Gaungnya tidak sevaganza pemilihan presiden yang sekarang. Read More →

K2

Women trafficking disebut juga dengan perbudakan modern. Dikatakan demikian karena aktifitas women trafficking  ini tidak jauh berbeda dengan tindakan perbudakan, yakni terjadi pengontrolan terhadap orang lain oleh seseorang atau satu pihak. Read More →

K1

Suatu hari, saat sedang mengawas ujian masuk perguruan tinggi, saya dikejutkan oleh panggilan teman pengawas bahwa ada mahasiswa yang sedang menunggu. Saya sedikit agak terkejut karena merasa tidak pernah punya janji untuk boleh ditemui di momen itu. Apalagi dalam aktifitas ini, ada koridor-koridor yang menurut saya harus dipatuhi selaku pengawas.

Dengan berat hati, akhirnya, saya menemui mahasiswa tersebut di luar kelas. Teman pengawas ini sambil tersenyum menyeletuk, ‘Nyo lah di siko, Buk…baa lai’. Celetukan ini hanya saya respon dengan wajah manyun sambil menggerakkan bahu tanda tidak nyaman. Read More →

foto sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara, Cerita yang mudah berubah

Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani,

Setiap kita dapat satu peranan, Yang harus kita mainkan,

Ada peran wajar, Ada peran berpura pura,

Mengapa kita bersandiwara,  Mengapa kita bersandiwara

 

Ini adalah bagian dari syair lagu  berjudul Panggung Sandiwara yang  pernah dinyanyikan Nicky Astria. Dalam lagu ini tergambar bagaimana kehidupan ini sebenarnya adalah sandiwara. Panggungnya adalah dunia. Aktornya adalah manusia yang tidak jarang disutradai oleh manusia juga. Read More →

Munafik

Suatu hari saya menerima pesan dari seorang mantan mahasiswa di pascasarjana. Mantan mahasiswa ini mengirimkan pesan yang isinya berupa curahan perasaan. Saya sangat terkejut membaca pesan itu karena berisi tentang keluhan di tempatnya bekerja. Setahu saya, mantan mahasiswa ini saat itu bekerja di sebuah instansi pemerintah yang cukup bonafid.

Saya ingat saat diberitahu bahwa dia lulus dan diterima bekerja di instansi ini, ucapan syukur dan selamat saya sampaikan. Saya sangat gembira karena dalam pikiran saya, ukuran keberhasilan seorang guru/dosen adalah di saat murid/mahasiswa didikannya berhasil, apalagi jika melebihi keberhasilan dia. Read More →