Berkali kali ku ingatkan kembali, jangan engkau turuti,

rasa dengki dan iri, urus dirimu untuk hari depanmu, urus dirimu untuk hari depanmu,

 kalau kau tak mengerti, kau terus iri hati, habis waktumu dan kau tetap begitu

Vietnam_foto 

Penggalan syair ini diambil dari lagu berjudul ‘jangan Iri Hati’ yang dinyanyikan oleh group legendaris Koes Plus. Dalam syair ini dikatakan  agar rasa iri hati dan dengki jangan  dituruti. Lebih baik mengurus diri  untuk masa yang akan datang. Rasa iri dan dengki hanya akan menghabiskan waktu. Waktu berjalan terus dan sementara si pemilik iri dan dengki tetap begitu.

Kasihan juga bagi orang-orang yang dikatakan oleh Koes Plus ini. Rasa iri dan dengki yang melanda menyebakan mereka tidak mampu untuk move on. Mereka stagnant  dengan urusan orang lain. Bisa jadi mereka pun tidak makan dan tidak tidur karena sibuk memikirkan progress yang dibuat orang lain.

Adakah manusia yang seperti ini?

Sudah pasti ada. Allah menciptakan semuanya berpasangan. Jika ada yang baik pasti ada yang buruk. Ada orang yang berhati  dengki dan iri dipastikan Allah juga ciptakan manusia berhati baik. Iri yang yang teramat dalam akan jatuh pada yang disebut dengan dengki.

Apa beda jealous  dan iri?

Jealous berasal dari bahasa Inggris yang berarti cemburu. Dalam KBBI (2012) cemburu diartikan sebagai merasa kurang atau tidak senang melihat orang lain beruntung. Cemburu biasanya muncul sebagai akibat dari  emosi yang biasanya merujuk pada fikiran negatif dan perasaan terancam, takut, dan khawatir kehilangan sesuatu yang dihargai oleh seseorang, terutama merujuk pada hubungan manusia. Cemburu sering kali merupakan gabungan emosi yang ditunjukkan seperti  marah,  benci, kekurangan, atau tidak berdaya .

Iri atau dengki diartikan sebagai  menaruh perasaan benci dan tidak suka yang amat sangat karena keberuntungan orang lain  (KBBI, 2012). Sekilas, kedua kata jealous atau cemburu mirip dengan iri atau dengki.

Dalam realitas penggunaanya, iri dan cemburu memiliki perbadaan. Iri lebih dekat kepada rasa tidak senang atau benci karena orang lain lebih dari kita. Sementara itu, cemburu lebih banyak berhubungan dengan rasa yang muncul karena hubungan, misalnya antarkekasih atau madu dari seorang suami.

Rasulullah dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah Radhyallahuanhu  bersabda, Kalian jangan saling mendengki, jangan saling najasy, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi! Janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allâh yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka ia tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, dan menghinakannya. Takwa itu disini–beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali. Cukuplah keburukan bagi seseorang jika ia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap orang Muslim, haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya atas muslim lainnya.

Hadis Rasulullah ini jelas menggambarkan betapa muslim itu tidak boleh dengki pada saudara muslimnya yang lain. Kedengkian itu dianalogikan sebagai memakan darah saudaranya sendiri. Rasanya tidak satupun manusia yang bakalan mau dan mampu memakan darah saudaranya sendiri, kecuali orang-orang yang mempertahankan rasa iri dan dengkinya.

Dari beberapa referensi yang dibaca, manusia berhati iri dan dengki ini dibagi atas empat. Pertama adalah mereka yang memiliki rasa iri dan dengki tetapi tidak mau memperturutkan perasaan itu serta menghindari berbuat zalim pada orang tersebut. Kedua adalah orang yang memiliki rasa iri dan dengki dengan berupaya memperoleh nikmat yang sama dengan orang yang dia iri dan dengki . Di sini dia tidak mengganggu nikmat orang tersebut.

Ketiga adalah orang yang ketika menyadari ada sifat iri dan dengki dalam dirinya, ia berusaha memusnahkannya, berbuat baik kepada yang didengki, mendo’akannya menceritakan kelebihan-kelebihan orang yang didengki.

Keempat adalah orang yang berusaha menghilangkan kenikmatan yang ada pada orang yang didengki dengan berbuat zhalim kepadanya, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Tidak hanya itu, dia juga berusaha mengalihkan kenikmatan tersebut kepada dirinya.

Bahwa sifat iri dan dengki sudah ada semenjak Nabi Adam. Kisah Qabil dan
Habil adalah awal dari bukti yang menunjukkan bahwa manusia sesungguhnya memiliki rasa jealous,  iri dan dengki.

Dari keempat macam iri dan dengki itu, masing-masing kita bisa mengukur kita berada di posisi yang mana. Adalah orang yang paling beruntung ketika mereka termasuk dalam kelompok ketiga.  Tergambar kesabaran yang sangat dalam ketika menyikapi munculnya a iri dan dengki.

Ini pulalah yang disebut Dr. Aidh Al Qarany bahwa sabar tiada berbatas. Kesabaran inilah yang dilakukan orang-orang dalam kelompok ketiga. Mereka senantiasa istiqamah dalam menjaga kesabarannya menghadapi rasa iri dan dengki.

Betapa beruntungnya kelompok ketiga ini!

Bagaimana dengan kelompok keempat?

Ada manusia yang bertahan dengan perasaan seperti kelompok empat ini. Saat orang lain mendapat nikmat, mereka menjadi tidak bisa tidur. Mereka akan selalu mencari upaya mencari titik lemah orang yang didengki sehingga nikmat itu bisa jatuh kepadanya. Upaya itu dilakukan tidak hanya melalui perbuatan tetapi juga perkataan.

Saya menjadi teringat dengan sebuah kisah. Saat seseorang lewat powernya mencoba untuk menjatuhkan orang lain. Apa yang direncanakannya berhasil karena bahwa  power tends to corrupt dan ada banyak orang-orang yang memilih bermuka dua atau tiga agar mereka selamat dalam jabatan serta materi. Menjadi orang munafik pun dipilih agar jabatannya selamat sehingga ada orang lain yang jadi korban.

Bukti bahwa Allah tidak pernah tidur adalah nyata adanya.Tanpa menunggu waktu lama, azab pun kelihatan secara perlahan-lahan. Satu persatu kenikmatan dunia diambil Allah. Yang luar biasa adalah orang yang dizalimi memilih menjadi kelompok ketiga dengan tetap berbuat baik dan tidak membalas walau dia dalam posisi bisa membalas dendam. Hal ini terjadi setelah menjadi korban zalim, derajatnya diangkat dan justru diberi kuasa melebihi kuasa yang diambil secara zalim.

Kisah kedua adalah ketika seseorang kembali lewat kuasanya menggunakan kata-kata untuk menunjukkan keirian dan kedengkian. Tidak hanya di depan forum internal, kezaliman lewat kata-kata n dilakukan di forum eksternal. Meskipun apa yang dikatakan salah tetapi keirian dan kedengkian yang sudah merasuk membuat dia tidak bisa menahan diri. Berbagqai strategi dilakukan untuk menjelek-jelekkan orang yang didengki. Busuk tidak akan pernah bisa disembunyikan. ‘Sepandai-pandai membungkus bangkai, yang baunya tetap tercium jua’. Waktu akan bisa menjawab bahwa ada bangkai yang disimpan.

Sangatlah mudah bagi Allah untuk membalikkan semuanya. Kuasa, jabatan, harta, dan kekayaan dapat dengan sekejap diambil Allah. Oleh karena itu, janganlah kita iri dan dengki atas nikmat yang diterima orang lain. Setiap manusia sudah punya jalan masing-masing. Tinggal kita istiqamah dengan apa yang harus dilakukan.

Tidaklah rendah menjadi orang baik. Justru orang besar dan hebat itu adalah ketika mereka mampu untuk berbuat baik kepada orang lain bukannya berlaku zalim, iri, dan dengki.

 

Penulis adalah

Dosen Jurusan Sastra Inggris

FIB Unand

Sudah dimuat di Harian Singgalang, 5 Mei 2018 Hal A-5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation