Semuanya telah kuberi,  Dengan kesungguhan hati
Untukmu hanya untukmu, Tak perlu kau tanya lagi
Siapa pemilik hati ini, Kau tahu pasti dirimu…

Mau dibawa kemana hubungan kita
Demikian penggalan syair lagu yang dinyanyikan oleh Group Armada. Lagu berjudul ‘Mau Dibawa Kemana’ sebagian besar menggambarkan fenomena yang terjadi dalam balutan perjalanan Ikasmantri 91 Padang.

Para sahabat Ikasmantri 91 sudah memberi dengan kesungguhan hati. Mereka memberi waktu agar bisa berkumpul dengan sahabatnya. Mereka berkorban moril dan materil agar dapat berjumpa dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian dalam hidup mereka di saat SMA dulu dalam sebuah ajang yang disebut reuni perak.

Hati sudah dicurahkan dalam sebuah ikatan. Ikatan itu adalah  Ikasmantri 91.

Sekarang, mau dibawa kemana Ikasmantri 91 ini?

Akan diapakan ikatan yang sudah disuarakan dalam reuni perak ini?

Yang jelas, reuni perak Ikasmantri 91 memang sudah berakhir. Namun, euforianya belumlah habis. Cerita-cerita indah, lucu, dan menyenangkan masih saja tetap begulir, baik melalui media sosial maupun saat berjumpa dengan para sahabat. Keinginan untuk berkumpul, bersenda gurau, dan berbagi cerita senantiasa dilontarkan.

Rencana-rencana untuk mengadakan pertemuan periodikal antarsahabat yang berdekatan wilayah tempat tinggalnya mulai dirancang. Usulan-usulan agar kebersamaan tetap terjalin mengalir dengan indahnya. Semua usulan direspon dan semua pendapat ditanggapi dengan kegembiraan. Selalu ada komentar-komentar lucu dan lontaran impian betapa indah dan menyenangkannya ­rendezvous  berikutnya.

Kata rendezvous  sendiri berasal dari bahasa Perancis yang juga dipakai dalam bahasa Inggris. Rendezvous  artinya bertemu atau berjumpa dengan seseorang. Rendezvous  sering dipakai jika pertemuan ini dilakukan oleh dua orang atau lebih yang sudah saling mengenal. Makanya dalam bahasa gaul, rendezvous  dikatakan juga sebagai temu ma temen lama.

Rendezvous secara filosofis mengarah kepada upaya untuk mengikat hubungan silaturahim yang mungkin saja pernah terputus akibat suatu hal. Dengan rendezvous  ini, jalinan pertemanan  dan kekeluargaan disambung kembali.

Dalam konteks yang tidak jauh berbeda, saya melebarkan makna kata rendezvous ini. Jika  awalnya rendezvous lebih mengacu kepada mempertemukan kembali sesuatu yang pernah ada, kemudian tidak ada, untuk menjadi ada lagi. Dengan kata lain, rendezvous  adalah wujud lain dari reuni (acuannya sama tetapi sense  berbeda).

Saya memaknai rendezvous ini sedikit berbeda. Rendezvous adalah  pertemuan teman-teman lama dengan cara mempertahankan pertemuan itu dalam sebuah aktivitas yang rutin atau berkala. Setelah berpisah sekian lama, kemudian bertemu lagi, perpisahan berikutnya harus dihindari. Oleh karena itu, perlu adanya rendezvous- rendezvous selanjutnya dalam wujud yang berbagai rupa.

Inilah yang akan dilakukan oleh para sahabat Ikasmantri 91. Dua minggu setelah reuni perak berakhir, para sahabat yang tergabung dalam kepengurusan Ikasmantri 91 mulai melakukan  pertemuan  rutin untuk menyiapkan langkah empat tahun ke depan. Program kerja, baik jangka pendek atau pun panjang sudah mulai didisain.  Beberapa ide yang bersifat sosial  dan humaniti sudah hampir positif untuk disahkan.

Pertemuan akbar yang dipimpin ketua terpilih, Andika Zainal Putra, sudah dieksekusi di Padang beberapa waktu lalu. Dihadiri oleh para sahabat dari berbagai wilayah, seperti Riau, Jambi, Medan, Jakarta, dan Sumatera Barat  membuat acara itu memiliki nunasa tersendiri. Tergambar kebersamaan. Terlihat betapa cinta sudah menjadikan kita semuanya jadi satu (Revita, 2016). Satu dalam sebuah keluarga, keluarga Ikasmantri 91.

Semuanya berjalan demikian manisnya. Kami menyebut pertemuan ini dengan temu kangen. Kangen untuk mengulang manisnya reuni perak di awal Oktober silam. Ada kehangatan, kebahagiaan, keceriaan, dan sukacita.

Inilah yang menjadi harapan semua sahabat. Agar keindahan yang tercipta dalam warna persaudaraan dan ikatan persahabatan Alumni Ikasmantri 91 tetap terbangun.

Terbentuknya  pengurus Ikasmantri 91 yang baru adalah sebuah langkah awal. Dengan digawangi ketua yang memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi dalam manajerial, harapan ini InsyaAllah dapat terwujud. Didukung oleh tim yang solid dan kompak, ditambah dengan dukungan dan semangat para sahabat yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, jargon ‘persaudaraan yang tidak akan pernah  pupus’ bukan hanya sekedar tempelan.

Apakah KITA bisa? Apakah kita mampu?

Jawabannya ada di tangan kita semua. Keluarga besar Ikasmantri 91. Kita bisa jika kita yakin kita bisa. Kita bisa jika semua kita memiliki niat baik yang sama. Dari kita, untuk kita, oleh kita.

Inilah yang terjadi Sabtu 22 Oktober lalu. Melalui jalan darat dan udara, teman-teman dengan penuh semangat datang ke Padang untuk be- rendezvous. Semuanya terlihat sangat menyenangkan. Kehebohan, hirup pikuk, dan teriakan kegembiraan belum lagi pupus. Peluk sana sini dan cipika cipiki tetap menjadi ciri khas di antara kami.

Kehadiran para sahabat ini patut diacungi jempol. Mereka melalui sebuah perjuangan yang tidak sederhana. Kembali mereka harus meninggalkan anak-anak dan suami/istri tercinta untuk sebuah kebersamaan, setelah reuni perak yang dihelat 7-8 Oktober 2016.

Kongkow- kongkow sambil ngopi dan ngeteh  menjadi bagian tersendiri dalam rendezvous perdana setelah reuni perak ini. Meskipun hanya beberapa jam, ada kesan khusus yang tercipta. Bahwa kita ada dan kita bisa.

Rendezvous ini pun berlanjut dengan aksi-reaksi spontan para sahabat dari Wilayah Sumatera Barat untuk kembali bersua dalam ajang ngeteh  dan ngopi di sore hari. Sua yang selalu disii tawa. Namun, dalam tawa selalu ada rencana. Rencana untuk Ikasmantri 91 ke depan.

Yang pasti,  setiap rendezvous  bukan tanpa makna. Selalu ada ide-ide brilian yang terlontar untuk kebaikan bersama. Pertemuan yang diselenggarakan baik secara spontan maupun yang direncanakan senantiasa berujung pada  upaya membuat ikatan ini semakin eksis.

Kegiatan di bidang sosial, keagamaan, pendidikan, atau kesehatan adalah sebagian dari apa yang akan dieksekusi di bawah payung Ikasmantri 91. Bahwa kita ada karena kita berbuat, kita ada karena kita memberi, dan kita ada karena kita satu tetap menjadi perekat bagi setiap anggota untuk berkontribusi dalam menjalankan roda Ikasmantri 91.

Semoga niat baik dalam setiap rendezvous  berbuah manis! Semoga rendezvous- rendezvous ini dapat memberi syafaat buat  umat, secara umum, dan  keluarga besar Ikasmantri 91, secara khusus!

 

Penulis adalah

Dosen Jurusan Sastra Inggris

 FIB Unand

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation