Monthly Archives: March 2016

You are browsing the site archives by month.
Kekerasan foto

Suatu hari, saya membaca status seorang mahasiswa di personal message (PM)  handphonenya. Di situ tertulis bahwa dia tersakiti. Karena dia sudah terbiasa curhat  membuat saya segera bertanya apa maksud PMnya tersebut.

Mahasiswa itu menjawab pertanyaan saya dengan permintaan agar diizinkan menelepon. Saya segera menelepon dia karena saya yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi. Read More →

presentasi_vietnam

April telah tiba. Artinya perayaan hari Kartini tidak akan lama lagi. Kaum perempuan dari berbagai kalangan dan usia sudah mulai berbenah dan menyiapkan perayaan ulang tahun perempuan yang dianggap sebagai pejuang kaumnya.

Semua orang tahu bahwa Kartini adalah pejuang yang berhasil menguak tabir gelap kaum perempuan. Perempuan yang dulunya dianggap sebagai pelengkap kaum laki-laki sekarang sudah memiliki hak untuk menjalankan  peran-peran yang selama ini tidak boleh digeluti. Jika selama ini perempuan dinilai hanya berperan di sumur, dapur, dan kasur, sekarang sudah bertambah menjadi di kantor. Artinya, perempuan tidak lagi dibatasi untuk melakoni aktifitas sejauh tidak melanggar kodratnya sebagai istri  dan ibu. Read More →

C360_2015-04-24-20-34-43-318

Suatu hari dalam perjalan menuju ruangan di kampus, saya dicegat oleh seorang teman. Teman ini terlihat seperti susah untuk bernafas. Ketika saya tanyakan, rupanya teman ini tidak sabar menunggu saya untuk curhat. Dia sudah memendam begitu lama kejadian yang akan diceritakannya kepada saya.

Tanpa menunggu kesediaan waktu saya, teman ini langsung mencurahkan apa yang dirasakannya. Dari sekian lama curahan teman ini, satu simpulan yang saya ambil adalah bahwa teman ini hanya ingin mengekspresikan ketidaknyamanannya terhadap seseorang. Ketidaknyamanan itu dipicu oleh suatu indra yang disebut dengan muncuang. Read More →

Bahasa Kasih Ibu

oleh

Ike Revita

Beberapa hari yang lalu dalam sebuah seminar di LIPI, seorang peserta yang baru saya kenal dari Timor Leste bertanya tentang komunitas ‘mama bangsat’. Saya tidak begitu merespon pertanyaan tersebut karena dalam pikiran saya tidak ada yang namanya komunitas seperti itu. Kok ada kelompok yang diberi nama seperti itu.

Pertanyaan dan informasi sama dilontarkan oleh seorang mahasiswa pascasarjana. Dia menceritakan adanya sekelompok orang yang suka menggunakan kata-kata tidak pantas untuk orang tuanya. Tanggapan saya waktu itu adalah dia sebaiknya melakukan penelitian terkait bahasa-bahasa dalam komunitas tersebut.

Sampai akhirnya saya membaca sebuah postingan yang isinya carut marut seorang anak kepada ibunya. Anak itu meminta dibelikan handphone baru. Namun ditolak si ibu  karena belum punya uang.

Anak itu marah-marah dengan mengata-ngatai ibunya perkataan yang tidak pantas. Lebih parahnya lagi, si ibu disuruh menjual diri agar dapat uang untuk memenuhi keinginan anak tersebut.

Naudzubillahiminzalik. Read More →