Category Archives: Kisah

Saya beberapa kali bertemu dan belajar dengan para pengusaha-pengusaha yang omsetnya sudah milyaran perbulan bahkan perhari dan perusahaanya selalu mengalami kebanjiran order. Ketika saya belajar dengan mereka, saya sangat terkejut sekali ketika sudah membahas soal Markeing Langit.Ternyata para pengusaha tersebut yang omsetnya bisa milyaran per bulan, mereka bisa mendapatkan omset segitu karena mereka mempraktekan ilmu marketing langit terlebih dahulu sebelum mempraktekan ilmu marketing bumi. Apakah Anda sudah tau Marketing Langit itu apa ?
Marketing Langit itu adalah usaha-usaha yang kita lakukan selain dengan ilmu-ilmu dunia. Lalu Contoh dari marketing langit itu apa saja ?

  1. Ketaatan para istri kepada suaminya
  2. Melaksanakan Ibadah Solat wajib tepat waktu
  3. Melaksanakan ibadah solat sunnah (Dhuha & Tahajud)
  4. Sedekah Setiap Hari
  5. Berbakti kepada orang tua
  6. Bersilaturahim

Kebanyakan dari anda mungkin ada yang lebih memikirkan urusan marketing dunia daripada marketing langit saat ini. Sekarang coba anda renungkan sebenarnya anda berbisnis saat ini hanya untuk mengejar urusan dunia saja atau anda berbisnis untuk mengejar urusan akhirat. Jika anda dalam berbisnis hanya mengejar urusan dunia pantaslah anda mengalami hal-hal seperti ini

  1. Closing sedikit anda marah-marah
  2. Ketika anda berbisnis yang penting untung banyak, masalah produk bermanfaat atau tidak saya tidak mau tahu.
  3. Marah-marah di sosial media ketika di phpin customer
  4. Memaksa customer untuk cepat-cepat transfer dan beli produk yang kita jual
  5. Jengkel pada upline yang tidak bisa bimbing
  6. Jengkel pada member jika mereka tidak aktif
  7. Anda terobsesi pengen cepat kaya dalam waktu singkat sehingga dalam berbisnis anda tidak ingin tau ini bisnis atau haram
  8. Jika anda dalam berbisnis seperti itu naudzubilah, sesungguhnya urusan dunia itu hanyalah tipuan belaka dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah yang akan kekal.

Percayalah jika anda berbisnis hanya terobsesi dalam urusan uang dunia saja saja maka

  1. Sebanyak apapun anda mempunyai harta maka anda tidak akan pernah merasa cukup.
  2. Walaupun Anda mempunyai harta ratusan juta maka hatimu akan mengalami kegelisahan yang terus menerus seolah-olah hidup ini tidak ada artinya
  3. Anda akan semakin jauh dari pertolongan Allah SWT
  4. Anda akan semakin jauh dari apa yang yang diperintah Allah SWT dan Rasulnya.

Apalagi jika anda dalam berbisnis sudah mengabaikan urusan halal dan haram. Janganlah kamu berpikir bahwa cari uang yang haram saja susah apalagi yang halal. Sungguh cara berpikir orang demikian adalah cara berpikir orang-orang bodoh. Rejeki Allah SWT Itu luas dan rejeki yang halalpun masih banyak di dunia ini tapi kenapa anda masih mencari nafkah/harta dari jalur yang haram. Apakah Anda tidak kasihan dengan anak dan pasangan anda, mereka dikasih makan dari jalur yang haram. Jika anak anda di beri makan dari jalur yang haram, maka mau jadi apa nantinya anak anda ?. Jika anda dalam mencari rejeki dari jalur yang haram maka anda akan mengalami hal-hal seperti berikut

  1. Keluarga berantakan.
  2. Anak kurang ajar dan tidak mau menurut sama orang tuanya.
  3. Suasana rumah terasa seperti neraka dan merasa sudah tidak ada lagi ketenangan di rumah.
  4. Anda mencari kesenangan kesenangan dunia agar hati anda tenang tetapi justru yang didapat malah hati anda akan semakin gelisah.

Jika anda berbisnis sudah mengalami hal hal seperti ini maka segeralah bertaubat dan luruskan niat anda dalam berbisnis. Bukankah anda sudah sering mendengar perkataan seperti ini bisnis itu bukan masalah untung rugi tetapi masalah surga dan neraka.Memanglah demikian, berbisnis itu bisa mengakibatkan seseorang masuk surga dan bisa mengakibatkan seseorang masuk neraka. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya susah menjadi sangat kaya raya. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya kaya raya menjadi miskin sekali. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya rajin beribadah menjadi lalai dalam beribadah. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya lalai dalam beribadah setelah berbisnis justru malah semakin dekat dan rajin dalam beribadah. Kembali Lagi ke teknik marketing langit. Sebelum anda belajar marketing dunia sebaiknya anda perbaiki dulu marketing langitnya, agar apa ?

Agar percepatan bisnis anda meningkatkan jauh lebih cepat. Mulai sekarang coba hal – hal sebagai berikut

  1. Perbaiki Hubungan antara anda dan suami anda. Rejeki suami itu tergantung pada istrinya. Jika istrinya semakin soleha maka rejeki suami dan keluarganya akan di permudah. Berikut 9 ciri-ciri wanita yang akan membawa rezeki buat suaminya
    • Wanita yang taat pada Allah dan rasulNya.
    • Wanita yang taat pada suaminya.
    • Wanita yang melayani suaminya dengan baik.
    • Wanita yang berhias hanya untuk suaminya.
    • Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
    • Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya
    • Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
    • Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah.
    • Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya.
  2. Solat wajib dijalankan tepat waktu. Untuk perempuan lebih baik solat di rumah, jika ingin di masjid boleh asalkan dapat ijin dari suaminya. Untuk Laki-laki di wajibkan untuk di masjid secara berjamaah
  3. Melaksanakan ibadah solat sunnah ( Dhuha dan Tahajud). Kerjakan solat sunnah dhuha 6 rakaat dan solat tahajud 11 rokaat jika rejeki anda ingin di lancarkan. Jika anda ingin kaya dalam 40 hari lakukan solat sunnah ini dalam waktu 40 hari tanpa putus 1 hari pun.
  4. Sedekah Setiap Hari. Sedekah itu lebih baik sedikit tapi tiap hari daripada banyak tapi cuman sekali. Jauh lebih baik jika sedekahnya banyak dan tiap hari. Alhamdulilah saya pernah praktek ilmu sedekah ini hasilnya luar biasa.Dulu saya praktek sedekah 20% dari penghasilan setiap hari saya kehidupan saya jauh lebih baik. Tapi jika anda masih pemula saya sarankan rutinkans sedekah 1000 setiap hari, dan jangan sampai putus dalam waktu 40 hari.
  5. Berbakti kepada orang tua. Jika anda sampai detik ini masih punya kedua orang tua muliakan mereka. Terutama ibu. Ibumu itu keramat. Semakin kamu memuliakan ibumu, hidup anda akan jauh lebih baik daripada sekarang. Minta doa ke mereka agar urusan kehidupan anda selalu di permudah.
  6. Silaturahim.Mulai sekarang anda seringkan silaturahim ke orang-orang entah itu di dunia online atau offline tujuannya adalah menjalin rasa kekeluargaan. Jangan sampai anda silaturahim cuma pas ada butuhnya doang. Ingat,”Sebelum Anda Menjalankan Strategi Marketing Bumi, Anda Jalankan Dulu Strategi Marketing Langit” karena sebaik apapun rencana anda tidak akan bakal terwujud jika Allah SWT tidak meridhoi. “Dalam Hal Apapun Biasakan Menggunakan Prinsip : Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus” , karena semua yang ada di dunia ini sudah di atur sama Allah SWT. Anda minta mobil mintanya ke Allah SWT, Anda ingin umroh di bulan maret mintanya ke Allah SWT, Anda ingin banjir order mintanya ke Allah SWT Juga. “Bersuyukurlah Apa Yang Sudah Anda Miliki”. Sebelum anda menerima rejeki yang lebih banyak lagi lebih baik anda bersykur terlebih dahulu. Perbesar wadahnya, Dan Pantaskan diri terlebih dahulu jika anda ingin minta rejeki yang lebih banyak. Jangan sampai anda Lalai dari urusan akhirat karena urusan-urusan dunia. Sungguh urusan dunia itu menipu. Ada banyak ayat yang bercerita bahwa urusan akhirat jauh lebih baik daripada urusan dunia

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)

Semoga jadi jalan kebaikan. Aamiin…

Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang. Lalu sang raja berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi.  Sang raja kemudian  memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini. Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor ke sang raja dimana seekor elang telah terbang tinggi dan melayang di angkasa. Namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya. Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan dan membuat elang ini terbang. Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya. Kemudian sang raja bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang dan sang raja meminta bantuan petani itu. Keesokan harinya ketika sang raja mengunjungi elang ini, sang raja kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi. Dengan penuh penasaran sang raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan. Petani menjawab “saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya “. Dahan itu yang membuatnya selama ini nyaman sehingga malas untuk terbang. Kita dilahirkan sebagai pemenang, kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang terlalu erat, yaitu  ketakutan, tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu dan tidak beranjak dari posisinya atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut dan tidak mau melepaskannya.

Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali diri anda serta tumbuhkan kekuatan dan rasa percaya diri anda.  Maka anda akan terbang tinggi dan tanpa kita sadari, Allah SWT mengirimkan suatu keadaan, situasi dimana orang lain seperti teman/saudara/kekasih/orang tua untuk sesekali memotong dahan kenyamanan kita. Supaya iman dan kapasitas kita bertumbuh dan naik ke level yang lebih tinggi baik peringkat, penghargaan, penghasilan, kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Hidup ini 100% tanggung jawab anda. Kenali dirimu dan Potensimu karena Takdir kita adalah seorang  pemenang.

 

Suatu ketika Rasulullah SAW pernah menyatakan, dirinya ibarat kota ilmu, dan Ali bin Abi Thalib adalah gerbangnya. Mendengar pernyataan demikian, sekelompok orang tidak percaya. Sepuluh orang diantara mereka segera berkumpul, dan bermusyawarah untuk menguji kebenaran pernyataan Rasulullah itu. Mereka sepakat untuk mendatangi Ali secara bergantian. Orang pertama menemui Ali dan bertanya, manakah yang lebih utama, ilmu atau harta ?. Tentu yang lebih utama ilmu, jawab Ali tegas ilmu adalah warisan para nabi dan rasul  sedangkan harta adalah warisan Qarun, Fir`aun, Namrud dan lain – lain. Mendengar jawaban Ali, orang itu kemudian mohon diri. Orang kedua pun datang dan bertanya, manakah yang lebih utama ilmu atau harta ?, lebih utama ilmu karena ilmu akan menjaga dirimu, sementara harta engkau yang harus menjaganya ujar Ali. Orang kedua itupun pergi. Orang ketiga datang menyusul dan bertanya seperti orang sebelumnya. Ali menjawab, harta lebih rendah dibandingkan ilmu. mengapa bisa demikian tuan ? tanya orang itu penasaran. sebab, orang yang mempunyai banyak harta akan mempunyai banyak musuh, sedangkan orang yang kaya ilmu akan banyak yang menyayangi dan menghormatinya. Orang keempat pun datang dan menanyakan permasalahan yang sama. Setelah mendengar pertanyaan yang diajukan oleh orang itu, Ali kemudian menjawab, ya , jelas lebih utama ilmu. apa yang menyebabkan demikian? tanya orang itu mendesak. Bila engkau pergunakan harta ia akan semakin berkurang. Namun bila ilmu yang engkau pergunakan, maka akan semakin bertambah.

Orang kelima kemudian datang setelah kepergian orang keempat dari hadapan Ali. Ketika menjawab pertanyaan orang ini, Ali pun menerangkan, jika pemilik harta ada yang menyebutnya pelit sedangkan pemilik ilmu akan dihargai dan disenangi. Orang keenam lalu menjumpai Ali dengan pertanyaan yang sama pula. Namun Ali tetap saja mengemukakan alasan yang berbeda. Harta akan selalu dijaga dari kejahatan, sedangkan ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan. Dengan pertanyaan yang sama orang ketujuh datang kepada Ali. Pertanyaan itu kemudian dijawab Ali, pemilik ilmu akan diberi syafa`at oleh Allah dihari kiamat nanti, sementara pemilik harta akan dihisab. Kesepuluh orang itu berkumpul lagi. Mereka yang bertanya mengutarakan jawaban yang diberikan Ali. Mereka tak menduga, jawaban yang diberikan Ali selalu berbeda. Sekarang tinggal tiga orang yang belum melaksanakan tugasnya. Mereka yakin bahwa ketiga orang itu bisa mencari kelemahan Ali. Sebab ketiga orang itu dianggap yang pandai diantara mereka. Orang kedelapan menghadap Ali lantas bertanya. antara ilmu dan harta manakah yang lebih utama wahai Ali ?. Tentu lebih utama ilmu jawab Ali karena dalam waktu yang lama harta akan habis, sedangkan ilmu malah sebaliknya, akan abadi. Orang kesembilan datang dengan pertanyaan tersebut. Seseorang yang banyak harta akan dijunjung tinggi karena hartanya. sedangkan orang yang kaya ilmu akan dianggap intelektual jawab Ali. Sampailah giliran orang terakhir. Ia pun bertanya pada Ali hal yang sama. Ali menjawab, Harta akan mengeraskan hatimu, sedangkan ilmu akan menyinari hatimu hingga menjadi terang dan tentram karenanya. Mereka akhirnya menyerah dan percaya apa yang dikatakan Rasulullah. Ali memang pantas mendapatkan julukan gerbang ilmu.

Disebuah rumah sederhana yang asri, tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumahtangga. Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah, mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka. Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu.

Suatu senja ba’da Isya disebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang dikenakannya ke masjid tadi. Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri seraya bertanya mesra : “Kenapa Bu?” Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pak”. “Ya sudah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya.  Walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati. Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya. Jarang sekali ia membantah apa yang dikatakan oleh sang suami.Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya. “Bagaimanapun usahaku untuk berterima kasih pada kaki istriku yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya”. Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku saat aku pulang kerja, kaki yang telah mengantar anak-anak-ku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”. Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama….

Usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya. Jari-jari yang mulai keriput itu dalam genggamannya mulai dirapikan dan setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut dan bergumam : “Terima kasih ya Bu ”. “Tidak, Ibu yang seharusnya berterima kasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu” tukas sang istri tersipu malu“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa yang belum tentu sanggup aku lakukan.
Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tahu semua takkan terbalas sampai kapanpun” kata suaminya tulus. Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri …… “Bapak kok bicara begitu? .Ibu senang atas semuanya Pak, apa yang telah kita lalui bersama adalah sesuatu yang luar biasa. Ibu selalu bersyukur atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. Semuanya dapat kita hadapi bersama.”

Hari Jum’at yang cerah setelah beberapa hari hujan. Siang itu sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at, setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi. Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yang tak pernah diduganya.Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia. Ia telah pulang menghadap Sang Penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tasyahud Akhir.Masih dalam posisi duduk sempurna dengan telunjuk kearah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.”Innaa Lillaahi Wainnaa ilaihi Rooji’uun”, “Subhanallah…. sungguh akhir perjalanan hidup yang indah” demikian gumam para jama’ah setelah menyadari ternyata dia telah tiada di akhir shalat Jum’at….

Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat ke masjid.
Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan “Selamat Tinggal”…. Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri didunia ini. Ada gundah menggelayut dihati sang istri, Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya, Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan dihatinya yang bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik. Dalam do’a dia selalu memohon kekuatan agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yang layak. Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.
Dengan wajah yang cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri dengan lembut. “Apa yang Bapak lakukan?’ tanya istrinya senang bercampur bingung.“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang. Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan didunia ini berakhir sekalipun. Bapak selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih pendamping Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal, Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.” Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata :
“Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendirian…. Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan.”Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dengan senyuman. Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya….

“Istri mu itu adalah ‘Bajumu’ dan Suami itu adalah ‘Bajumu’ pula”
QS Al-Baqarah : 187

Suatu ketika Rasulullah SAW pernah menyatakan, dirinya ibarat kota ilmu, dan Ali bin Abi Thalib adalah gerbangnya. Mendengar pernyataan demikian, sekelompok orang tidak percaya. Sepuluh orang diantara mereka segera berkumpul, dan bermusyawarah untuk menguji kebenaran pernyataan Rasulullah itu. Mereka sepakat untuk mendatangi Ali secara bergantian. Orang pertama menemui Ali dan bertanya, manakah yang lebih utama, ilmu atau harta ?. Tentu yang lebih utama ilmu, jawab Ali tegas ilmu adalah warisan para nabi dan rasul  sedangkan harta adalah warisan Qarun, Fir`aun, Namrud dan lain – lain. Mendengar jawaban Ali, orang itu kemudian mohon diri. Orang kedua pun datang dan bertanya, manakah yang lebih utama ilmu atau harta?, lebih utama ilmu karena ilmu akan menjaga dirimu, sementara harta engkau yang harus menjaganya ujar Ali. Orang kedua itupun pergi. Orang ketiga datang menyusul dan bertanya seperti orang sebelumnya. Ali menjawab, harta lebih rendah dibandingkan ilmu. mengapa bisa demikian tuan ? tanya orang itu penasaran. sebab, orang yang mempunyai banyak harta akan mempunyai banyak musuh,sedangkan orang yang kaya ilmu akan banyak yang menyayangi dan menghormatinya.Orang keempat pun datang dan menanyakan permasalahan yang sama.Setelah mendengar pertanyaan yang diajukan oleh orang itu, Ali kemudian menjawab, ya , jelas lebih utama ilmu.apa yang menyebabkan demikian? tanya orang itu mendesak.Bila engkau pergunakan harta ia akan semakin berkurang. Namun bila ilmu yang engkau pergunakan, maka akan semakin bertambah. Orang kelima kemudian datang setelah kepergian orang keempat dari hadapan Ali. Ketika menjawab pertanyaan orang ini, Ali pun menerangkan, jika pemilik harta ada yang menyebutnya pelit sedangkan pemilik ilmu akan dihargai dan disenangi.Orang keenam lalu menjumpai Ali dengan pertanyaan yang sama pula. Namun Ali tetap saja mengemukakan alasan yang berbeda. Harta akan selalu dijaga dari kejahatan, sedangkan ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan.Dengan pertanyaan yang sama orang ketujuh datang kepada Ali. Pertanyaan itu kemudian dijawab Ali, pemilik ilmu akan diberi syafa`at oleh Allah dihari kiamat nanti, sementara pemilik harta akan dihisab.Kesepuluh orang itu berkumpul lagi. Mereka yang bertanya mengutarakan jawaban yang diberikan Ali. Mereka tak menduga, jawaban yang diberikan Ali selalu berbeda. Sekarang tinggal tiga orang yang belum melaksanakan tugasnya. Mereka yakin bahwa ketiga orang itu bisa mencari kelemahan Ali. Sebab ketiga orang itu dianggap yang pandai diantara mereka.Orang kedelapan menghadap Ali lantas bertanya. antara ilmu dan harta manakah yang lebih utama wahai Ali ?. Tentu lebih utama ilmu jawab Ali karena dalam waktu yang lama harta akan habis, sedangkan ilmu malah sebaliknya, akan abadi.Orang kesembilan datang dengan pertanyaan tersebut.Seseorang yang banyak harta akan dijunjung tinggi karena hartanya. sedangkan orang yang kaya ilmu akan dianggap intelektual jawab Ali.Sampailah giliran orang terakhir. Ia pun bertanya pada Ali hal yang sama. Ali menjawab, Harta akan mengeraskan hatimu, sedangkan ilmu akan menyinari hatimu hingga menjadi terang dan tentram karenanya.Mereka akhirnya menyerah dan percaya apa yang dikatakan Rasulullah. Ali memang pantas mendapatkan julukan gerbang ilmu.

Sumber : Majalah Sabili Edisi 11 Tahun X, 20 Desember 2002