Author Archives: Heru Dibyo Laksono

Sesungguhnya medan peperangan terbesar berada di pikiran kita, karena pikiran itu sangat kuat dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang.

Ada pepatah mengatakan :

  • Menabur dalam pikiran akan menuai tindakan
  • Menabur tindakan akan menuai kebiasaan
  • Menabur kebiasaan akan menuai karakter

Apapun yang kita tanamkan dalam pikiran, hal baik atau buruk, pikiran kita akan segera menerima, merespons dan menumbuhkannya. Sadar atau tidak, sering kita menilai buruk diri kita sendiri misalnya :

  • Hidupku penuh masalah.
  • Aku tidak akan berhasil.
  • Sakitku tidak akan sembuh.
  • Aku bodoh tidak berguna.
  • Aku miskin.
  • Masa depanku suram
  • dan sebagainya

Hal-hal negatif yg kita ucapakan itu akan direspon oleh pikiran kita dalam bentuk sikap &dan tindakan yang selanjutnya akan menghasilkan sesuatu yg sama. seperti kita tanamkan dalam pikiran kita. Oleh karena itu, tanamkanlah hal-hal yang positif di benak kita.

Saya beberapa kali bertemu dan belajar dengan para pengusaha-pengusaha yang omsetnya sudah milyaran perbulan bahkan perhari dan perusahaanya selalu mengalami kebanjiran order. Ketika saya belajar dengan mereka, saya sangat terkejut sekali ketika sudah membahas soal Markeing Langit.Ternyata para pengusaha tersebut yang omsetnya bisa milyaran per bulan, mereka bisa mendapatkan omset segitu karena mereka mempraktekan ilmu marketing langit terlebih dahulu sebelum mempraktekan ilmu marketing bumi. Apakah Anda sudah tau Marketing Langit itu apa ?
Marketing Langit itu adalah usaha-usaha yang kita lakukan selain dengan ilmu-ilmu dunia. Lalu Contoh dari marketing langit itu apa saja ?

  1. Ketaatan para istri kepada suaminya
  2. Melaksanakan Ibadah Solat wajib tepat waktu
  3. Melaksanakan ibadah solat sunnah (Dhuha & Tahajud)
  4. Sedekah Setiap Hari
  5. Berbakti kepada orang tua
  6. Bersilaturahim

Kebanyakan dari anda mungkin ada yang lebih memikirkan urusan marketing dunia daripada marketing langit saat ini. Sekarang coba anda renungkan sebenarnya anda berbisnis saat ini hanya untuk mengejar urusan dunia saja atau anda berbisnis untuk mengejar urusan akhirat. Jika anda dalam berbisnis hanya mengejar urusan dunia pantaslah anda mengalami hal-hal seperti ini

  1. Closing sedikit anda marah-marah
  2. Ketika anda berbisnis yang penting untung banyak, masalah produk bermanfaat atau tidak saya tidak mau tahu.
  3. Marah-marah di sosial media ketika di phpin customer
  4. Memaksa customer untuk cepat-cepat transfer dan beli produk yang kita jual
  5. Jengkel pada upline yang tidak bisa bimbing
  6. Jengkel pada member jika mereka tidak aktif
  7. Anda terobsesi pengen cepat kaya dalam waktu singkat sehingga dalam berbisnis anda tidak ingin tau ini bisnis atau haram
  8. Jika anda dalam berbisnis seperti itu naudzubilah, sesungguhnya urusan dunia itu hanyalah tipuan belaka dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah yang akan kekal.

Percayalah jika anda berbisnis hanya terobsesi dalam urusan uang dunia saja saja maka

  1. Sebanyak apapun anda mempunyai harta maka anda tidak akan pernah merasa cukup.
  2. Walaupun Anda mempunyai harta ratusan juta maka hatimu akan mengalami kegelisahan yang terus menerus seolah-olah hidup ini tidak ada artinya
  3. Anda akan semakin jauh dari pertolongan Allah SWT
  4. Anda akan semakin jauh dari apa yang yang diperintah Allah SWT dan Rasulnya.

Apalagi jika anda dalam berbisnis sudah mengabaikan urusan halal dan haram. Janganlah kamu berpikir bahwa cari uang yang haram saja susah apalagi yang halal. Sungguh cara berpikir orang demikian adalah cara berpikir orang-orang bodoh. Rejeki Allah SWT Itu luas dan rejeki yang halalpun masih banyak di dunia ini tapi kenapa anda masih mencari nafkah/harta dari jalur yang haram. Apakah Anda tidak kasihan dengan anak dan pasangan anda, mereka dikasih makan dari jalur yang haram. Jika anak anda di beri makan dari jalur yang haram, maka mau jadi apa nantinya anak anda ?. Jika anda dalam mencari rejeki dari jalur yang haram maka anda akan mengalami hal-hal seperti berikut

  1. Keluarga berantakan.
  2. Anak kurang ajar dan tidak mau menurut sama orang tuanya.
  3. Suasana rumah terasa seperti neraka dan merasa sudah tidak ada lagi ketenangan di rumah.
  4. Anda mencari kesenangan kesenangan dunia agar hati anda tenang tetapi justru yang didapat malah hati anda akan semakin gelisah.

Jika anda berbisnis sudah mengalami hal hal seperti ini maka segeralah bertaubat dan luruskan niat anda dalam berbisnis. Bukankah anda sudah sering mendengar perkataan seperti ini bisnis itu bukan masalah untung rugi tetapi masalah surga dan neraka.Memanglah demikian, berbisnis itu bisa mengakibatkan seseorang masuk surga dan bisa mengakibatkan seseorang masuk neraka. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya susah menjadi sangat kaya raya. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya kaya raya menjadi miskin sekali. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya rajin beribadah menjadi lalai dalam beribadah. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya lalai dalam beribadah setelah berbisnis justru malah semakin dekat dan rajin dalam beribadah. Kembali Lagi ke teknik marketing langit. Sebelum anda belajar marketing dunia sebaiknya anda perbaiki dulu marketing langitnya, agar apa ?

Agar percepatan bisnis anda meningkatkan jauh lebih cepat. Mulai sekarang coba hal – hal sebagai berikut

  1. Perbaiki Hubungan antara anda dan suami anda. Rejeki suami itu tergantung pada istrinya. Jika istrinya semakin soleha maka rejeki suami dan keluarganya akan di permudah. Berikut 9 ciri-ciri wanita yang akan membawa rezeki buat suaminya
    • Wanita yang taat pada Allah dan rasulNya.
    • Wanita yang taat pada suaminya.
    • Wanita yang melayani suaminya dengan baik.
    • Wanita yang berhias hanya untuk suaminya.
    • Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
    • Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya
    • Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
    • Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah.
    • Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya.
  2. Solat wajib dijalankan tepat waktu. Untuk perempuan lebih baik solat di rumah, jika ingin di masjid boleh asalkan dapat ijin dari suaminya. Untuk Laki-laki di wajibkan untuk di masjid secara berjamaah
  3. Melaksanakan ibadah solat sunnah ( Dhuha dan Tahajud). Kerjakan solat sunnah dhuha 6 rakaat dan solat tahajud 11 rokaat jika rejeki anda ingin di lancarkan. Jika anda ingin kaya dalam 40 hari lakukan solat sunnah ini dalam waktu 40 hari tanpa putus 1 hari pun.
  4. Sedekah Setiap Hari. Sedekah itu lebih baik sedikit tapi tiap hari daripada banyak tapi cuman sekali. Jauh lebih baik jika sedekahnya banyak dan tiap hari. Alhamdulilah saya pernah praktek ilmu sedekah ini hasilnya luar biasa.Dulu saya praktek sedekah 20% dari penghasilan setiap hari saya kehidupan saya jauh lebih baik. Tapi jika anda masih pemula saya sarankan rutinkans sedekah 1000 setiap hari, dan jangan sampai putus dalam waktu 40 hari.
  5. Berbakti kepada orang tua. Jika anda sampai detik ini masih punya kedua orang tua muliakan mereka. Terutama ibu. Ibumu itu keramat. Semakin kamu memuliakan ibumu, hidup anda akan jauh lebih baik daripada sekarang. Minta doa ke mereka agar urusan kehidupan anda selalu di permudah.
  6. Silaturahim.Mulai sekarang anda seringkan silaturahim ke orang-orang entah itu di dunia online atau offline tujuannya adalah menjalin rasa kekeluargaan. Jangan sampai anda silaturahim cuma pas ada butuhnya doang. Ingat,”Sebelum Anda Menjalankan Strategi Marketing Bumi, Anda Jalankan Dulu Strategi Marketing Langit” karena sebaik apapun rencana anda tidak akan bakal terwujud jika Allah SWT tidak meridhoi. “Dalam Hal Apapun Biasakan Menggunakan Prinsip : Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus” , karena semua yang ada di dunia ini sudah di atur sama Allah SWT. Anda minta mobil mintanya ke Allah SWT, Anda ingin umroh di bulan maret mintanya ke Allah SWT, Anda ingin banjir order mintanya ke Allah SWT Juga. “Bersuyukurlah Apa Yang Sudah Anda Miliki”. Sebelum anda menerima rejeki yang lebih banyak lagi lebih baik anda bersykur terlebih dahulu. Perbesar wadahnya, Dan Pantaskan diri terlebih dahulu jika anda ingin minta rejeki yang lebih banyak. Jangan sampai anda Lalai dari urusan akhirat karena urusan-urusan dunia. Sungguh urusan dunia itu menipu. Ada banyak ayat yang bercerita bahwa urusan akhirat jauh lebih baik daripada urusan dunia

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)

Semoga jadi jalan kebaikan. Aamiin…

Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang. Lalu sang raja berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi.  Sang raja kemudian  memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini. Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor ke sang raja dimana seekor elang telah terbang tinggi dan melayang di angkasa. Namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya. Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan dan membuat elang ini terbang. Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya. Kemudian sang raja bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang dan sang raja meminta bantuan petani itu. Keesokan harinya ketika sang raja mengunjungi elang ini, sang raja kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi. Dengan penuh penasaran sang raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan. Petani menjawab “saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya “. Dahan itu yang membuatnya selama ini nyaman sehingga malas untuk terbang. Kita dilahirkan sebagai pemenang, kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang terlalu erat, yaitu  ketakutan, tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu dan tidak beranjak dari posisinya atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut dan tidak mau melepaskannya.

Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali diri anda serta tumbuhkan kekuatan dan rasa percaya diri anda.  Maka anda akan terbang tinggi dan tanpa kita sadari, Allah SWT mengirimkan suatu keadaan, situasi dimana orang lain seperti teman/saudara/kekasih/orang tua untuk sesekali memotong dahan kenyamanan kita. Supaya iman dan kapasitas kita bertumbuh dan naik ke level yang lebih tinggi baik peringkat, penghargaan, penghasilan, kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Hidup ini 100% tanggung jawab anda. Kenali dirimu dan Potensimu karena Takdir kita adalah seorang  pemenang.

 

Kalau di masa lalu kita belajar waktu adalah uang. Mulai saat ini kita  belajar  waktu  adalah  nafas dan waktu adàlah ibadah. Waktu adalah nafas yang setelah terlewat tidak akan bisa kembali. Waktu adalah ibadah karena setiap detik harus bernilai ibadah. Apapun aktivitasnya. Manusia sesungguhnya hanya pengendara di atas punggung usianya. Digulung hari demi hari, bulan dan tahun tanpa terasa. Nafas kita terus berjalan seiring jalannya waktu, setia menuntun kita ke pintu kematian.

Sesungguhnya dunialah yang makin kita jauhi dan liang kuburlah yang makin kita dekati. 1 hari berlalu, berarti 1 hari pula berkurang usia kita. Umur kita yang tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harganya. Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita. Untuk itu, jangan biarkan hari ini  berlalu tanpa kebaikan yang bisa kita lakukan. Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat untuk mati tidaklah harus tua. Jangan terperdaya dengan badan sehat, karena syarat  mati tidak pula harus sakit. Teruslah berbuat baik dan berkata baik.

Walau tak banyak orang yang mengenali kebaikan kita, tapi kebaikan yang kita lakukan adalah kebahagiaan dimana perbuatan baik kita akan terus dikenang oleh mereka yang kelak kita tinggalkan. Jadilah seperti akar yang tidak terlihat, tapi tetap menyokong kehidupan. Jadilah seperti jantung yang tidak terlihat, tapi terus berdenyut setiap saat tanpa henti. Hingga membuat kita terus hidup, sampai batas waktunya untuk berhenti. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin…

 

Tidak sadarkah kita, kalau ternyata Allah SWT selalu mengingatkan kita ? mungkin banyak dari kita juga mengalami itu. Waktu kita lalai buat jamaah subuh karena kecapekan selesaikan tugas kuliah, dan sewaktu dengarkan radio ada yang baca hadist ini. “Barang siapa yang melakukan sholat Isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan sholat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan sholat malam sepanjang waktu malam itu.”(HR. Muslim).

Saat destinasi kaki hari ini jarang ke masjid, pas baca timeline sosial media, ada yang share ayat ini,  “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah SWT ialah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Hari akhir, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut selain kepada Allah SWT, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Taubah: 18).

Waktu sedang  jaya,  kita merasa banyak teman di sekeliling kita. Waktu sedang  berkuasa,  kita percaya diri melakukan apa saja. Waktu sedang tak berdaya, barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada. Waktu sedang  jatuh,  kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita. Waktu sedang sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting jauh melebihi harta. Manakala  miskin,  kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi menderma dan saling membantu. Masuk  usia tua,  kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan Saat di ambang ajal,  kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia sia. Hidup tidaklah lama sudah saatnya kita bersama sama membuat hidup lebih berharga saling menghargai,  saling membantu, saling memberi, saling mendukung dan saling mencintai.Jadilah teman setia tanpa syarat. Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai hati nurani yang tulus apa yang ditabur itulah yang akan dituai. Allah SWT tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar. Tapi ketahuilah bahwa Allah SWT selalu memberi pelangi di setiap badai. memberi senyum di setiap air mata. Memberi kasih sayang dan berkah disetiap cobaan dan jawaban di setiap doa. Jangan pernah menyerah, terus berjuanglah,  Life is so beautiful and colourful. Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan. Saudaraku, indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita, namun berapa banyak orang yang bahagia karena kita. Jangan pernah menjadi  “gunting” karena gunting bisa  memotong sesuatu menjadi terpisah,  jadilah jarum,  meskipun tajam tetapi bisa menyatukan apa yang sudah terpisah.

 

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas. Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar sabar. Jika setiap doa kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikhtiar. Seorang yang dekat dengan tuhan, bukan berarti tidak ada air mata. Seorang yang taat pada tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan. Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit. Biarlah tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik. Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketulusan. Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar keikhlasan. Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang memaafkan. Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan. Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan. Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kemurahan hati. Tetap semangat, tetap sabar. dan tetap tersenyum karena kamu sedang menimba ilmu di universitas kehidupa. Allah SWT menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “kebetulan” orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan mereka di bentuk melalui kesukaran, tantangan dan air mata. Subhanallah,semoga allah senantiasa membimbing kita dalam menghadapi rintangan dan cobaan-nya, sehingga kita bisa menjadi hamba yang senantiasa bersabar dalam keadaan apapun.

Bertanya adalah kunci ilmu. Ali RA menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Ilmu itu laksana lemari (yang tertutup) rapat dan kunci pembukanya adalah pertanyaan. Oleh karena itu, bertanyalah kalian karena sesungguhnya dalam tanya jawab diturunkan empat macam pahala, yaitu untuk penanya, orang yang menjawab pertanyaan, para pendengar, dan orang yang mencintai mereka.” (HR Abu Naim).

Bagi penuntut ilmu, bertanya adalah strategi untuk meraih ilmu. Bagi pengajar, bertanya adalah metode untuk menyampaikan ilmu. Bagi penuntut ilmu, bertanya hendaknya dilandasi rasa ikhlas. Bukan dengan maksud untuk berdebat kusir atau menyombongkan diri karena ingin dianggap sebagai orang pandai.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menuntut ilmu untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh untuk menarik perhatian manusia maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka.” (HR. Tirmidzi).

Senada dengan hal tersebut, Ibnul Qayyim berkata: “Jika Anda duduk bersama seorang ahli ilmu, maka bertanyalah untuk menuntut ilmu, bukan untuk melawan.” (Miftah Daris Saadah: 168). Itulah sebagian adab bertanya bagi para penuntut ilmu. Bagi pengajar, bertanya adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai.

Metode bertanya bisa digunakan untuk melatih kemampuan berpikir para penuntut ilmu. Rasulullah SAW biasa menggunakan pertanyaan untuk menyadarkan seseorang tentang suatu kebenaran melalui cara berpikir logis. Dalam beberapa kasus, Rasulullah SAW sering meminta si penanya mengulangi pertanyaannya agar beliau bisa menjawab pertanyaan dengan lengkap.

Mengajar yang baik adalah membuat pertanyaan yang baik pula. Rasulullah SAW bersabda, “Pertanyaan yang baik itu adalah sebagian dari ilmu.” (HR Ad Dailami). Peranan pertanyaan sangat penting dalam situasi pengajaran dan pembelajaran.

Strategi bertanya dapat efektif digunakan untuk beragam tujuan, seperti untuk mengetahui tingkat pemahaman ilmu, melibatkan murid dalam diskusi, menarik perhatian murid, menyediakan kesempatan untuk mengulangi materi ilmu yang sudah disajikan, serta mengembangkan keterampilan berpikir murid.

Bertanya adalah kunci untuk membuka tabir ilmu. Dengan bertanya, kita menjadi terlatih untuk berpikir. Dengan berpikir, itulah sebaik-baik cara menggunakan akal sebagai anugerah dari Allah SWT. Akhirnya, akal pula yang bisa membantu kita memahami hal esensial, untuk apa dan untuk siapa ilmu seharusnya dimanfaatkan. Wallahualam bishawab.

Bila engkau anggap shalat itu hanya sebagai penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

Bila engkau anggap shalat hanya sebagai sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah SWT saat kau mengerjakannya.

Anggaplah shalat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.

Anggaplah shalat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah SWT.

Anggaplah shalat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah SWT.

Anggaplah shalat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.

Bayangkan ketika adzan berkumandang, tangan Allah SWT melambai kepadamu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya.

Bayangkan ketika kau takbir, Allah SWT melihatmu, Allah SWT tersenyum untukmu dan Allah SWT bangga terhadapmu.

Bayangkanlah ketika rukuk, Allah SWT menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau merasakan damai dalam sentuhan-Nya.

Bayangkan ketika sujud, Allah SWT mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu Aku mencintaimu wahai hambaKu.

Bayangkan ketika kau duduk di antara dua sujud, Allah SWT berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu.

Bayangkan ketika kau memberi salam, Allah SWT menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.

Subhanallah sungguh nikmat shalat yang kita lakukan. Tidak akan sia-sia yang menyebarkannya, tidak akan rugi orang yang membacanya.

Beruntunglah  orang-orang yang mengamalkannya.

“Ibumu sarjana apa? “. Ibuku gelarnya adalah MSi : Master Segala ilmu. Tak terbayang bukan, menjadi ibu yang baik itu harus banyak belajar dan terus belajar.

  1. Ibu harus belajar akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya untuk kebutuhan rumah tangga, tabungan, serta menata pemasukan dan pengeluaran yang seimbang.
  2. Ibu harus belajar ilmu tata boga, chef, atau perhotelan, belajar mengatur masakan keluarga dengan kreatif, supaya tidak bosan.
  3. Ibu harus belajar ilmu keguruan. Ia harus menguasai ilmu yang diajarkan di sekolah dasar, agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dengan PR-nya.
  4. Ibu harus belajar agama, karena ibu-lah yang pertama kali mengenalkan anak pada Allah, membangun akhlak yang luhur serta iman yang kokoh.
  5. Ibu harus belajar ilmu gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari.
  6. Ibu harus belajar farmasi, agar dapat memberi pertolongan awal pada keluarga yang sedang sakit dan menyediakan obat-obatan ketika keadaan darurat.
  7. Ibu harus belajar keperawatan, karena beliaulah yang merawat anak/suami ketika sakit. Mengusap tubuhnya ketika tidak diperbolehkan mandi dan mengganti kompres. Ibu adalah perawat yang handal.
  8. Ibu harus belajar ilmu kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk dan lain – lain.
  9. Ibu harus belajar psikologi, agar bisa berkomunikasi dengan baik saat menghadapi anak-anak di setiap jenjang usia, juga sebagai teman curhat suami yang terbaik, ketika suami sedang mengalami masalah.
  10. Ibu juga bisa cari uang ( bekerja ).

Seandainya ibu harus kuliah dulu, butuh berapa lama ? bisa jadi lebih dari 9 jurusan di atas tadi. Begitu luar biasanya seorang ibu, dengan multi talentanya, kesabarannya merawat, mendidik dan  menemani anak-anak dan suami tercinta. Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk ibu kita……?

“Seorang ibu bisa merawat 10 anak, namun 10 anak belum tentu bisa merawat satu ibunya.”