Author Archives: Heru Dibyo Laksono

“Aku peringatkan kalian terhadap kata ‘nanti’,karena kata ini telah banyak menjebak para pelaku untuk terhalang dari kebaikan dan menunda-nunda proses perbaikan diri”(Ulama).Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan jika kita tidak memulainya sekarang dan hanya menunggu. Curahkanlah seluruh tenaga dan pikiran untuk melakukan pekerjaan dan kesempatan yang bisa dilakukan saat ini. Lakukanlah tugas sebaik-baiknya selama kita memiliki waktu. Jangan membiarkan waktu berlalu, dan sia-sia. Ambisi dan mimpimu adalah samudra. Meski kadang terjadi pasang surut, tapi takkan pernah surut airnya.    Oleh sebab itu, bersemangatlah selalu, meski pekerjaannya sekecil apapun. Jangan pernah menunda-nunda apa yang bisa dilakukan hari ini. Ingatlah, engkau insan manusia yang luar biasa. Hindari selalu menunggu motivasi untuk bergerak, tetapi bergeraklah sekarang juga dan dirimu akan termotivasi dengan sendirinya.  Setiap insan manusia dilahirkan luar biasa. Kita semua sebenarnya diberi kemampuan dan potensi yang besar dan hebat. Oleh sebab itu, kembangkanlah setiap potensi yang ada semaksimal mungkin, dan gunakan dengan tepat, agar bermanfaat bagi sebanyak umat. (Sumber : admin@asianbrain.com)

2016.12.05  Gambar Al - Qur'an

Saat kita memberi kita akan menerima. Saat kita menolong orang lain pada saat yang sama kita sedang menolong diri sendiri. Apa yang kita lakukan untuk orang lain sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri. Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini tapi karena tidak mempercayainya.

Αda ilustrasi menarik :

Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya dimalam hari. Tanggan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu. Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya. Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya,” mengapa anda berjalan membawa lampu ? “. Orang buta itu menjawab , “ sebagai penerangan “. Dengan heran pria itu bertanya lagi,” Tapi….. bukankan anda buta dan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan ?”. Orang buta itu tersenyum sambil menjawab ,” meski saya tidak bisa melihat, orang lain melihatnya. Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya”.

Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri. Kita diingatkan untuk tidak jemu berbuat baik. Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang penuh berkah, berkelimpahan dan bahagia. Meski demikian rahasia kehidupan ini tersembunyi bagi orang – orang yang melakukan sesuatu berdasarkan apa yang untung bagi dirinya sendiri. Apa yang  kita lakukan untuk orang lain,  suatu saat pasti akan kembali kepada kita.

  1. Doa bukanlah “ban serep” yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi “kemudi” yang menunjukkan arah yang tepat.
  2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil ? karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi pandanglah ke depan dan majulah.
  3. Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.
  4. Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya.Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.
  5. Teman lama adalah emas dan Teman baru adalah berlian. Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas.
  6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata ” Tenang sayang, itu hanyalah belokan, bukan akhir.
  7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya dan ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.
  8. Seorang buta bertanya pada Tuhan : “Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?” Tuhan menjawab : “Ya ada!, kehilangan visimu dan kepesimisan yg ada diri seseorang!!”
  9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka dan terkadang ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.
  10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini.

 

Rasulullah SAW bersabda : “Hati-hatilah kalian dari prasangka karena prasangka itu merupakan perkataan yang paling dusta. Janganlah kalian saling mengintai kesalahan, dan jangan pula saling merasa diintai, jangan pula berlomba-lomba (dalam kehidupan duniawi), jangan saling mendengki dan saling bermusuhan serta jangan pula saling bertolak belakang, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah SWT yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Syuraih RA: Nabi SAW pernah bersabda, “Demi Allah, dia tidak beriman! Demi Allah, dia tidak beriman! Demi Allah, dia tidak beriman”. Seseorang lalu bertanya, “Siapa ya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Orang yang membuat tetangganya merasa tidak aman dari kejahatannya” (HR Bukhari). Penjelasan: Adahal menarik dari redaksi hadis ini, Rasulullah SAW bersumpah sampai tiga kali dengan nama Allah dan vonis yang sangat keras “tidak beriman” tatkala beliau mengungkapkan esensi hidup bertetangga. Rasulullah SAW tidak pernah mengulang-ulang sebuah pernyataan, kecuali pernyatan tersebut menyangkut sesuatu yang penting. Dengan redaksi seperti ini tergambar bahwa hubungan bertetangga menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Sebagai perbandingan, Rasulullah SAW pernah mengulang-ulang larangan agar kita jangan marah.Adaseorang lelaki berkata pada Rasulullah SAW, “Berilah aku nasihat”. Beliau menjawab, “Jangan marah”. Maka pernyataan diulanginya sampai tiga kali (HR Bukhari). Marah adalah awal dari bencana dan dampak yang ditimbulkannya pun bisa berlipat-lipat. Karena pentingnya menjaga marah, maka Rasul pun mengulangnya sampai tiga kali.

Menurut Muhammad Abdurrazak Mahili kata “tetangga” dalam hadis ini dapat dinisbatkan pada empat kelompok orang. Pertama, orang yang serumah dengan kita. Kedua, orang yang bersebelahan dengan tempat tinggal kita. Ketiga, penghuni empat puluh rumah dari semua sisi yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Keempat, orang yang tinggal senegara dengan kita. Apa yang diungkapkan Abdurrazak Mahili hanya menyangkut hubungan secara orang perorang, padahal konteks hidup bertetangga bisa lebih luas lagi jangkauannya. Karena itu, berbicara tentang hidup bertetangga, hakikatnya berbicara pula kehidupan dua bangsa. Saat kita tidak menyukai tetangga yang selalu mencampuri kehidupan tetangga lainnya, maka ketika itu pula kita tidak menyukai sebuah negara yang selalu mencampuri urusan negara lainnya. Mengapa Rasulullah SAW mengajurkan umatnya untuk berbuat baik pada tetangga dan tidak menyakinya sedikit pun? Dalam Islam, akhlak mulia adalah kunci pertama dan utama. Ia adalah bukti keimanan yang harus terwujud dalam kehidupan seorang Muslim. Memuliakan tetangga adalah salah satu di antaranya.  Jadi, memuliakan tetangga adalah perwujudan keimanan dan sebentuk akhlak mulia. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka ia harus memuliakan tetangganya”. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa Jibril selalu memerintahkannya untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai beliau mengira para tetangga termasuk salah satu ahli waris.Adakisah pula tentang seorang wanita ahli ibadah, tapi ia divonis oleh Rasul sebagai ahli neraka. Apa sebabnya? Karena ia selalu menyakiti tetangganya. Keterangan-keterangan tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa kebaikan tidak sekadar dengan Allah (habluminallah), tapi harus mencakup pula hubungan dengan sesama; tetangga, dalam konteks ini. Karena itu, Rasul memerintahkan Abu Dzar (dan istrinya) agar saat memasak memperbanyak kuahnya sehingga tetangga dapat ikut merasakannya. Rasul pun menyatakan tidak beriman seseorang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya meringis kelaparan. Selain bukti keimanan, memuliakan tetangga pun dapat melahirkan keharmonisan hidup di masyarakat. Dengan saling memuliakan antartetangga, tidak akan ada lagi permusuhan, kebencian, kesenjangan, egoisme, dan saling merendahkan. Dan, inilah landasan awal bagi terbangunnya sebuah peradaban yang besar. Wallahu a’lam bish-shawab. Sumber : www. republika.co.id

Mati adalah awal kehidupan. Hidup adalah pangkal kematian. Hidup dan mati, datang silih berganti, tidak ada yang kekal abadi. Itulah hukum alam yang hakiki. Oleh sebab itu, jangan takut mati, jangan mencari mati. Selama hidup, lebih baik bersegeralah perbanyak kebaikan, syukuri diri dalam keadaan apapun, dan tahu diri di manapun. Bebas, lepas, tidak terikat dan melekat, cerah ceria,berpikir optimis dan positif setiap saat, insya allah hidup senang, mati tenang.

Kisah Nyata…

Pagi itu seorang pria menjalani rutinitasnya seperti biasa. Sebagai seseorang yang mempunyai relasi luas dan sibuk, ia selalu menyempatkan diri untuk membaca kolom pengumuman termasuk juga kolom berita kematian.Tiba-tiba matanya membaca sebuah berita, berita yang sangat mengejutkan dan membuat bulu kuduknya merinding. Ia sedang membaca berita kematiannya sendiri. Pria ini terhenyak, ia lalu bertanya kepada dirinya sendiri, apakah ia masih hidup? Apakah saat ini ia ada di dunia atau di alam baka?. Saat ia menyadari bahwa ada sebuah kesalahan dalam berita ini, mungkin karena memiliki nama yang sama, pastilah redaksi koran ini telah melakukan kesalahan. Namun karena rasa penasaran ia pun melanjutkan membaca berita tersebut. Ia ingin tahu apa tanggapan orang mengenai dirinya. Dalam artikel itu ia disebut dengan panggilan ‘raja dinamit’ telah wafat. Pada bagian lain ia juga disebut sebagai ‘partner dewa kematian. Ia terkejut bukan kepalang, apakah seperti ini dirinya akan dikenang oleh orang-orang.Kejadian ini membuka pikirannya, ia lalu memutuskan bahwa ia tidak ingin dikenang seperti itu. Ia bertekad mulai saat itu juga ia akan berjuang demi kedamaian dan kemanusiaan. Begitulah akhirnya, pria yang bernama Alfred Nobel ini dengan tekadnya ia berusaha hingga pada akhirnya namanya diabadikan dalam hadiah perdamaian–yaitu Nobel Prizes. Bagaimana dengan anda seperti apa anda ingin dikenang oleh orang-orang yang anda tinggalkan. Warisan apa yang akan anda sumbangsihkan demi mashlahat umat banyak. Apakah orang-orang akan mengingat Anda dengan penuh cinta dan rasa hormat. Mari kita bersegera lakukan sebanyak kebaikan, mulai hari ini, detik ini, saat ini juga.

Semut apa bila bertemu makanan ia akan memberitahukan kepada teman nya , walau pun mereka tidak saling kenal. Apabila mereka berpapasan satu sama lain dia akan tegur sapa sejenak, kemudian akan memberitahukan disana ada makanan dan mereka bergotong royong mengangkatnya, tanpa ada yang  mengkoordinir, tetapi apabila semut tersakiti mereka juga menyerang bersama sama.

  1. Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah-marah ketika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang, yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan kepada Allah SWT. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah. (KH. Maimun Zubair)
  2. Yang paling hebat bagi seorang Guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar. Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga. (KH. Maimun Zubair)

 

2016.11.25 Gambar shalat Jumat Terbesar