Monthly Archives: Maret 2018

You are browsing the site archives by month.

Sedih itu….

Ketika kita dibangunkan Allah SWT pada malam hari, namun diri lebih memilih nikmatnya tidur lagi daripada mengambil air wudhu lalu bersimpuh sujud hadapan-Nya.

Sedih itu….

Ketika kita sedang berkendaraan pribadi, lalu ada seruan untuk shalat di salah satu rumah Allah SWT,  namun diri lebih memilih melanjutkan perjalanan hingga shalat berjamaah terlewatkan.

Sedih itu….

Ketika kedua orang tua masih ada, kita kurang memperdulikannya. Ketika mereka telah tiada, baru menyesal sejadi-jadinya.

Sedih itu….

Ketika dititipi harta melimpah oleh-Nya, fakir miskin dilupakan. Ketika diri ditimpa kesempitan, baru berharap punya harta melimpah agar bisa bersedekah. Angan-angan semu.

Sedih itu….

Ketika sehat walafiat majelis ilmu dilalaikan. Ketika jatuh sakit baru berharap bisa ikut duduk menyimak kajian.

Sedih itu….

Ketika dapat pasangan hidup yang solehah sukanya dizalimi, hatinya disakiti, nafkah tidak diberi, bisanya hanya mencaci-maki. Setelah ditinggalkan pasangan, merengek minta kembali.

Sedih itu….

Ketika gelar akademik sudah sampai S1, S2 atau bahkan S3, namun sholat tidak diperhatikan, al-Quran di dalam lemari kaca dimusiumkan.

Sedih itu….

Ketika memilih calon pasangan hidup yang diprioritaskan adalah harta dan dunianya, tanpa melihat kepada agama dan akhlaknya.

Sedih itu….

Ketika kuat berlari kesana kemari berolahraga, namun hatinya mengeluh saat imam membaca surat al-A’laa.

Sedih itu….

Ketika dunia lebih diprioritaskan dari pada akhirat. Padahal, dunia fana, akhirat kekal abadi.

Sedih yang sesungguhnya itu adalah….

Ketika muda berfoya-foya, tua bergelimang dosa, akhirnya mati masuk neraka. Wa na’udzu billah min dzaalik.

Penawar kesedihan itu adalah….Dengan memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya, yaitu:

  • Memanfaatkan waktu sehat sebelum datangnya sakit.
  • Memanfaatkan masa muda sebelum datang masa tua.
  • Memanfaatkan waktu luang sebelum datang kesibukan.
  • Memanfaatkan waktu kaya sebelum datang kefakiran, dan..
  • Memanfaatkan hidup sebelum ajal menjemput.

 

  1. Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam karena Allah SWT sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia. (Qs.Hud : 15-16)
  2. Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita karena Allah SWT sedang mencerahkan mata hati untuk  melihat Akhirat. (Qs.Al Isra:72)
  3. Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita karena Allah SWT sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan namun hati yang berpaut kepada Allah SWT, tiada pernah mengecewakan. (Qs. Luqman : 22)
  4. Semakin bertambah usia semakin gugur gigi-gigi kita….karena Allah SWT sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam tanah selamanya. (Qs.Ali Imran : 145)
  5. Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan tulang dan sendi kita.karena Allah SWT sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi Nyawanya akan di ambil. (Qs.An Nisa : 78)
  6. Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita karena Allah SWT sedang ingatkan kain kafan yang putih. (Qs.Ali Imran : 185)
  7. Begitu juga hati kita semakin bertambah usia semakin sepi dan ingin bersendirian…karena Allah SWT sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan bersendirian dialam barzakh. (Qs.Al-An’am : 32)