1. Kebodohan + Kemiskinan = Kejahatan
  2. Kebodohan + Kekayaan = Kerusakan
  3. Kebodohan + kebebasan = kekacauan
  4. Kebodohan + Kekuasaan = Sewenang-wenang
  5. Kebodohan + Agama = Terorisme

Gantilah kata kebodohan dengan pengetahuan (ilmu), lalu lihat apa yang diperbuat ilmu atas kebodohan  yaitu

  1. Ilmu + Kemiskinan = Qona’ah (merasa cukup, tetap bersyukur)
  2. Ilmu + Kekayaan = Penemuan, Inovasi
  3. Ilmu + Kebebasan = Kebahagiaan
  4. Ilmu + Kekuasaan = Keadilan
  5. Ilmu + Agama = Ketentraman

Ya Allah.. tambahkanlah ilmu kepadaku dan karuniakanlah pemahaman kepadaku.

Aamiin yaa robbal alamiin.

Waktu berlalu begitu pantas menipu kita yang terlena.Belum sempat berzikir di waktu pagi, hari sudah menjelang siang, Belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi. Niat pukul 9.00 pagi hendak solat Dhuha, tiba-tiba azan Zuhur sudah terdengar. Teringin setiap pagi membaca 1 juzuk Al-Quran, menambah hafalan satu hari satu ayat, itu pun tidak dilakukan. Rancangan untuk tidak akan melewatkan malam kecuali dengan tahajjud dan witir, walau pun hanya 3 rakaat, semua tinggal angan-angan.

Beginikah berterusannya nasib hidup menghabiskan umur berseronok dengan usia ?. Lalu tiba-tiba menjelmalah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tidak lama terasa menjadi 50 dan kemudian orang mula memanggil kita dengan panggilan “Tok Wan, Atuk, Nenek” menandakan kita sudah tua. Lalu sambil menunggu Sakaratul Maut tiba, diperlihatkan catatan amal yang kita pernah buat. Astaghfirullah, ternyata sedekah tidak seberapa dan infak cuma sekadarnya, mengajarkan ilmu juga tidak seberapa, silaturrahim kurang terjaga.Justeru, apakah roh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan di saat berpisah dari pada tubuh ketika Sakaratul Maut ?.

Tambahkan usiaku ya Allah, aku memerlukan waktu untuk beramal sebelum Kau akhiri ajalku. Belum cukupkah kita menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun ?. Perlu berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang, petang dan malam hari, perlu berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar kita Bersedia dan SIAP untuk mati ?. Kita tidak pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala, maka 1000 tahun pun tidak akan pernah cukup bagi orang-orang yang terlena.

 

 

Jika kita memang tak bisa merubah suramnya kisah masa lalu
Jika kita memang tak bisa memastikan baiknya masa depan
Maka
Kita punya hari ini untuk berbuat baik yang terbaik
Jika kita menengok ke belakang, ternyata dibayangi dengan masa lalu yang kelam
Jika kita menatap ke depan, ternyata diliputi dengan kecemasan dan ketidakpastian masa depan
Maka
Lihat-lah ke atas dan berdoalah
Sebab kita punya Allah Yang Maha Penyayang, yang sayangnya tiada berbilang
Zat yang mengijabah setiap pinta yang amat mustahil bila Ia menelantarkan hambaNya
Kita berdoa, semoga hari ini dan seterusnya
Kita dimudahkan dalam mengerjakan setiap kebaikan..

Setiap orang pasti ada yang mencintai dan membecinya. Jika ini sebuah keniscayaan hendaknya seseorang bersama orang – orang yang taat kepada Allah SWT ( Imam Asy Syafi’i  Rahimahullah)

Buya Hamka menasehati kita semua tentang Dakwah dimana menurut beliau :

  1. Dakwah itu membina, bukan menghina.
  2. Dakwah itu mendidik, bukan membidik.
  3. Dakwah itu mengobati bukan melukai.
  4. Dakwah itu mengukuhkan bukan meruntuhkan.
  5. Dakwah itu saling menguatkan, bukan saling melemahkan.
  6. Dakwah itu mengajak, bukan mengejek.
  7. Dakwah itu menyejukkan, bukan memojokkan.
  8. Dakwah itu mengajar, bukan menghajar.
  9. Dakwah itu saling belajar, bukan saling bertengkar.
  10. Dakwah itu menasehati, bukan mencaci maki.
  11. Dakwah itu merangkul, bukan memukul.
  12. Dakwah itu mengajak bersabar, bukan mengajak mencakar.
  13. Dakwah itu argumentatif, bukan provokatif.
  14. Dakwah itu bergerak cepat, bukan sibuk berdebat.
  15. Dakwah itu realistis bukan fantastis.
  16. Dakwah itu mencerdaskan bukan membodohkan
  17. Dakwah itu menawarkan solusi bukan mengumbar janji.
  18. Dakwah itu berlomba dalam kebaikan bukan berlomba saling menjatuhkan.
  19. Dakwah itu menghadapi masyarakat bukan membelakangi masyarakat.
  20. Dakwah itu memperbarui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru.
  21. Dakwah itu mengatasi keadaan bukan meratapi kenyataan.
  22. Dakwah itu pandai memikat, bukan mahir mengumpat.
  23. Dakwah itu menebar kebaikan bukan mengorek kesalahan.
  24. Dakwah itu menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari – cari  aib dan menyebarkannya.
  25. Dakwah itu menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran.
  26. Dakwah itu mendukung semua program kebaikan bukan memunculkan keraguan.
  27. Dakwah itu memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis.
  28. Dakwah itu berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat.
  29. Dakwah itu menyatukan kekuatan, bukan memecah – belah barisan.
  30. Dakwah itu kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran.
  31. Dakwah itu siap menghadapi musuh bukan selalu mencari musuh.
  32. Dakwah itu mencari teman, bukan mencari lawan.
  33. Dakwah itu melawan kesesatan bukan mengutak-atik kebenaran.
  34. Dakwah itu asyik dalam kebersamaan bukan bangga dengan kesendirian.
  35. Dakwah itu menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan.
  36. Dakwah itu kita mengatakan aku cinta kamu bukan aku benci kamu
  37. Dakwah itu kita mengatakan:  Mari bersama kami bukan kamu harus ikut kami.
  38. Dakwah itu dengan biaya sendiri bukan dibiayai/disponsori.
  39. Dakwah itu habis berapa ? bukan dapat berapa ?
  40. Dakwah itu memanggil mendatangi bukan dipanggil/panggilan.
  41. Dakwah itu saling islah bukan saling salah
  42. Dakwah itu di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga dimana saja bukan hanya di pengajian.
  43. Dakwah itu dengan cara nabi bukan dengan cara sendiri.

Buya Hamka (H. Abdul Malik Karim Amarullah)

 

Ibnu Abbas RA menjelaskan, ada 7 indikator kebahagiaan hidup di dunia, yaitu :

  1. Qolbun Syakirun (hati yang selalu bersyukur), artinya selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stres, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.
  2. Al-Azwaju Shalihah, yaitu pasangan hidup yang shaleh/shalihah. Pasangan hidup yang shaleh/shalihah akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sakinah.
  3. Al-Auladul Abrar, yaitu anak yang berbakti. Do’a anak yg shaleh/shalihah kepada orang tuanya dijamin dikabulkan ALLAH SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh / sholehah. Investasi abadi selamanya.
  4. Al-Biatu Sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang shaleh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.
  5. Al-Malul Halal, atau harta yang halal, bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup.
  6. Tafaquh Fid-Dien, atau semangat untuk memahami agama, dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
  7. Umur yang barokah, artinya umur yang semakin tua semakin shaleh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan sang pencipta. Inilah semangat hidup orang-orang yang barokah umurnya.

Sesungguhnya medan peperangan terbesar berada di pikiran kita, karena pikiran itu sangat kuat dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang.

Ada pepatah mengatakan :

  • Menabur dalam pikiran akan menuai tindakan
  • Menabur tindakan akan menuai kebiasaan
  • Menabur kebiasaan akan menuai karakter

Apapun yang kita tanamkan dalam pikiran, hal baik atau buruk, pikiran kita akan segera menerima, merespons dan menumbuhkannya. Sadar atau tidak, sering kita menilai buruk diri kita sendiri misalnya :

  • Hidupku penuh masalah.
  • Aku tidak akan berhasil.
  • Sakitku tidak akan sembuh.
  • Aku bodoh tidak berguna.
  • Aku miskin.
  • Masa depanku suram
  • dan sebagainya

Hal-hal negatif yg kita ucapakan itu akan direspon oleh pikiran kita dalam bentuk sikap &dan tindakan yang selanjutnya akan menghasilkan sesuatu yg sama. seperti kita tanamkan dalam pikiran kita. Oleh karena itu, tanamkanlah hal-hal yang positif di benak kita.

Saya beberapa kali bertemu dan belajar dengan para pengusaha-pengusaha yang omsetnya sudah milyaran perbulan bahkan perhari dan perusahaanya selalu mengalami kebanjiran order. Ketika saya belajar dengan mereka, saya sangat terkejut sekali ketika sudah membahas soal Markeing Langit.Ternyata para pengusaha tersebut yang omsetnya bisa milyaran per bulan, mereka bisa mendapatkan omset segitu karena mereka mempraktekan ilmu marketing langit terlebih dahulu sebelum mempraktekan ilmu marketing bumi. Apakah Anda sudah tau Marketing Langit itu apa ?
Marketing Langit itu adalah usaha-usaha yang kita lakukan selain dengan ilmu-ilmu dunia. Lalu Contoh dari marketing langit itu apa saja ?

  1. Ketaatan para istri kepada suaminya
  2. Melaksanakan Ibadah Solat wajib tepat waktu
  3. Melaksanakan ibadah solat sunnah (Dhuha & Tahajud)
  4. Sedekah Setiap Hari
  5. Berbakti kepada orang tua
  6. Bersilaturahim

Kebanyakan dari anda mungkin ada yang lebih memikirkan urusan marketing dunia daripada marketing langit saat ini. Sekarang coba anda renungkan sebenarnya anda berbisnis saat ini hanya untuk mengejar urusan dunia saja atau anda berbisnis untuk mengejar urusan akhirat. Jika anda dalam berbisnis hanya mengejar urusan dunia pantaslah anda mengalami hal-hal seperti ini

  1. Closing sedikit anda marah-marah
  2. Ketika anda berbisnis yang penting untung banyak, masalah produk bermanfaat atau tidak saya tidak mau tahu.
  3. Marah-marah di sosial media ketika di phpin customer
  4. Memaksa customer untuk cepat-cepat transfer dan beli produk yang kita jual
  5. Jengkel pada upline yang tidak bisa bimbing
  6. Jengkel pada member jika mereka tidak aktif
  7. Anda terobsesi pengen cepat kaya dalam waktu singkat sehingga dalam berbisnis anda tidak ingin tau ini bisnis atau haram
  8. Jika anda dalam berbisnis seperti itu naudzubilah, sesungguhnya urusan dunia itu hanyalah tipuan belaka dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah yang akan kekal.

Percayalah jika anda berbisnis hanya terobsesi dalam urusan uang dunia saja saja maka

  1. Sebanyak apapun anda mempunyai harta maka anda tidak akan pernah merasa cukup.
  2. Walaupun Anda mempunyai harta ratusan juta maka hatimu akan mengalami kegelisahan yang terus menerus seolah-olah hidup ini tidak ada artinya
  3. Anda akan semakin jauh dari pertolongan Allah SWT
  4. Anda akan semakin jauh dari apa yang yang diperintah Allah SWT dan Rasulnya.

Apalagi jika anda dalam berbisnis sudah mengabaikan urusan halal dan haram. Janganlah kamu berpikir bahwa cari uang yang haram saja susah apalagi yang halal. Sungguh cara berpikir orang demikian adalah cara berpikir orang-orang bodoh. Rejeki Allah SWT Itu luas dan rejeki yang halalpun masih banyak di dunia ini tapi kenapa anda masih mencari nafkah/harta dari jalur yang haram. Apakah Anda tidak kasihan dengan anak dan pasangan anda, mereka dikasih makan dari jalur yang haram. Jika anak anda di beri makan dari jalur yang haram, maka mau jadi apa nantinya anak anda ?. Jika anda dalam mencari rejeki dari jalur yang haram maka anda akan mengalami hal-hal seperti berikut

  1. Keluarga berantakan.
  2. Anak kurang ajar dan tidak mau menurut sama orang tuanya.
  3. Suasana rumah terasa seperti neraka dan merasa sudah tidak ada lagi ketenangan di rumah.
  4. Anda mencari kesenangan kesenangan dunia agar hati anda tenang tetapi justru yang didapat malah hati anda akan semakin gelisah.

Jika anda berbisnis sudah mengalami hal hal seperti ini maka segeralah bertaubat dan luruskan niat anda dalam berbisnis. Bukankah anda sudah sering mendengar perkataan seperti ini bisnis itu bukan masalah untung rugi tetapi masalah surga dan neraka.Memanglah demikian, berbisnis itu bisa mengakibatkan seseorang masuk surga dan bisa mengakibatkan seseorang masuk neraka. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya susah menjadi sangat kaya raya. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya kaya raya menjadi miskin sekali. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya rajin beribadah menjadi lalai dalam beribadah. Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya lalai dalam beribadah setelah berbisnis justru malah semakin dekat dan rajin dalam beribadah. Kembali Lagi ke teknik marketing langit. Sebelum anda belajar marketing dunia sebaiknya anda perbaiki dulu marketing langitnya, agar apa ?

Agar percepatan bisnis anda meningkatkan jauh lebih cepat. Mulai sekarang coba hal – hal sebagai berikut

  1. Perbaiki Hubungan antara anda dan suami anda. Rejeki suami itu tergantung pada istrinya. Jika istrinya semakin soleha maka rejeki suami dan keluarganya akan di permudah. Berikut 9 ciri-ciri wanita yang akan membawa rezeki buat suaminya
    • Wanita yang taat pada Allah dan rasulNya.
    • Wanita yang taat pada suaminya.
    • Wanita yang melayani suaminya dengan baik.
    • Wanita yang berhias hanya untuk suaminya.
    • Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
    • Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya
    • Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
    • Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah.
    • Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya.
  2. Solat wajib dijalankan tepat waktu. Untuk perempuan lebih baik solat di rumah, jika ingin di masjid boleh asalkan dapat ijin dari suaminya. Untuk Laki-laki di wajibkan untuk di masjid secara berjamaah
  3. Melaksanakan ibadah solat sunnah ( Dhuha dan Tahajud). Kerjakan solat sunnah dhuha 6 rakaat dan solat tahajud 11 rokaat jika rejeki anda ingin di lancarkan. Jika anda ingin kaya dalam 40 hari lakukan solat sunnah ini dalam waktu 40 hari tanpa putus 1 hari pun.
  4. Sedekah Setiap Hari. Sedekah itu lebih baik sedikit tapi tiap hari daripada banyak tapi cuman sekali. Jauh lebih baik jika sedekahnya banyak dan tiap hari. Alhamdulilah saya pernah praktek ilmu sedekah ini hasilnya luar biasa.Dulu saya praktek sedekah 20% dari penghasilan setiap hari saya kehidupan saya jauh lebih baik. Tapi jika anda masih pemula saya sarankan rutinkans sedekah 1000 setiap hari, dan jangan sampai putus dalam waktu 40 hari.
  5. Berbakti kepada orang tua. Jika anda sampai detik ini masih punya kedua orang tua muliakan mereka. Terutama ibu. Ibumu itu keramat. Semakin kamu memuliakan ibumu, hidup anda akan jauh lebih baik daripada sekarang. Minta doa ke mereka agar urusan kehidupan anda selalu di permudah.
  6. Silaturahim.Mulai sekarang anda seringkan silaturahim ke orang-orang entah itu di dunia online atau offline tujuannya adalah menjalin rasa kekeluargaan. Jangan sampai anda silaturahim cuma pas ada butuhnya doang. Ingat,”Sebelum Anda Menjalankan Strategi Marketing Bumi, Anda Jalankan Dulu Strategi Marketing Langit” karena sebaik apapun rencana anda tidak akan bakal terwujud jika Allah SWT tidak meridhoi. “Dalam Hal Apapun Biasakan Menggunakan Prinsip : Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus” , karena semua yang ada di dunia ini sudah di atur sama Allah SWT. Anda minta mobil mintanya ke Allah SWT, Anda ingin umroh di bulan maret mintanya ke Allah SWT, Anda ingin banjir order mintanya ke Allah SWT Juga. “Bersuyukurlah Apa Yang Sudah Anda Miliki”. Sebelum anda menerima rejeki yang lebih banyak lagi lebih baik anda bersykur terlebih dahulu. Perbesar wadahnya, Dan Pantaskan diri terlebih dahulu jika anda ingin minta rejeki yang lebih banyak. Jangan sampai anda Lalai dari urusan akhirat karena urusan-urusan dunia. Sungguh urusan dunia itu menipu. Ada banyak ayat yang bercerita bahwa urusan akhirat jauh lebih baik daripada urusan dunia

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)

Semoga jadi jalan kebaikan. Aamiin…

Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang. Lalu sang raja berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi.  Sang raja kemudian  memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini. Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor ke sang raja dimana seekor elang telah terbang tinggi dan melayang di angkasa. Namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya. Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan dan membuat elang ini terbang. Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya. Kemudian sang raja bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang dan sang raja meminta bantuan petani itu. Keesokan harinya ketika sang raja mengunjungi elang ini, sang raja kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi. Dengan penuh penasaran sang raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan. Petani menjawab “saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya “. Dahan itu yang membuatnya selama ini nyaman sehingga malas untuk terbang. Kita dilahirkan sebagai pemenang, kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang terlalu erat, yaitu  ketakutan, tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu dan tidak beranjak dari posisinya atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut dan tidak mau melepaskannya.

Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali diri anda serta tumbuhkan kekuatan dan rasa percaya diri anda.  Maka anda akan terbang tinggi dan tanpa kita sadari, Allah SWT mengirimkan suatu keadaan, situasi dimana orang lain seperti teman/saudara/kekasih/orang tua untuk sesekali memotong dahan kenyamanan kita. Supaya iman dan kapasitas kita bertumbuh dan naik ke level yang lebih tinggi baik peringkat, penghargaan, penghasilan, kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Hidup ini 100% tanggung jawab anda. Kenali dirimu dan Potensimu karena Takdir kita adalah seorang  pemenang.

 

Kalau di masa lalu kita belajar waktu adalah uang. Mulai saat ini kita  belajar  waktu  adalah  nafas dan waktu adàlah ibadah. Waktu adalah nafas yang setelah terlewat tidak akan bisa kembali. Waktu adalah ibadah karena setiap detik harus bernilai ibadah. Apapun aktivitasnya. Manusia sesungguhnya hanya pengendara di atas punggung usianya. Digulung hari demi hari, bulan dan tahun tanpa terasa. Nafas kita terus berjalan seiring jalannya waktu, setia menuntun kita ke pintu kematian.

Sesungguhnya dunialah yang makin kita jauhi dan liang kuburlah yang makin kita dekati. 1 hari berlalu, berarti 1 hari pula berkurang usia kita. Umur kita yang tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harganya. Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita. Untuk itu, jangan biarkan hari ini  berlalu tanpa kebaikan yang bisa kita lakukan. Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat untuk mati tidaklah harus tua. Jangan terperdaya dengan badan sehat, karena syarat  mati tidak pula harus sakit. Teruslah berbuat baik dan berkata baik.

Walau tak banyak orang yang mengenali kebaikan kita, tapi kebaikan yang kita lakukan adalah kebahagiaan dimana perbuatan baik kita akan terus dikenang oleh mereka yang kelak kita tinggalkan. Jadilah seperti akar yang tidak terlihat, tapi tetap menyokong kehidupan. Jadilah seperti jantung yang tidak terlihat, tapi terus berdenyut setiap saat tanpa henti. Hingga membuat kita terus hidup, sampai batas waktunya untuk berhenti. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin…