Ide dan rencana pengembangan riset jangka panjang

1. BERANG-BERANG

Ini adalah tema penelitian inti saya, karena telah memberikan gelar S1, S2 dan S3. Berikut daftar tema riset yang muncul dipikiran saya, tapi tidak terbatas ini saja.

- status dan distribusi berang-berang di Indonesia

- daftar nama berang-berang di seluruh bahasa daerah

- status berang-berang di pulau-pulau kecil

- perdagangan berang-berang di internet

- konflik berang-berang dengan perikanan

- ekologi berang-berang (makanan, daerah jelajah, tingkah laku dan lain-lain)

- membuat buku teks berbahasa Indonesia tentang berang-berang

 

2. SATWA LIAR DI LINGKUNGAN MANUSIA

Kalau sebagian peneliti ada yang fokus dengan satwa liar di daerah yang memang alami, maka saya ingin juga fokus meneliti satwa liar yang memang berada di lingkungan manusia. Lingkungan atau habitat atau bentang alam yang memang dikontrol oleh manusia, seperti pertanian, sawah, pemukiman, daerah pertambangan, perkotaan, taman dan lain-lain. Saya memilih relung penelitian ini karena saya optimis dengan kemajuan negara Indonesia. Negara yang makmur yang memiliki pembangunan yang pesat namun tidak melupakan tentang kekayaan satwa yang ada.

- mendata apa saja satwa yang ada (inventarisasi)

- bagaimana dinamika ekologi yang terjadi di sana

- jenis baru yang bukan asli tempatan di lingkungan awalnya

- satwa terlindas di jalan raya

- satwa yang memanfaatkan bangunan manusia (seperti: rumah, kolong jembatan, gedung dll)

- mengembangkan lingkungan manusia yang ramah terhadap satwa liar, seperti membuat jalur satwa, rumah satwa dll.

- membuat buku “Ketika satwa liar nyaman di dunia manusia”

 

3. INFRASTRUKTUR DATA

Membangun pusat data keanekaragaman hayati. Pusat data yang bersifat terbuka bagi siapapun peneliti yang ingin mengakses dan mengolahnya. Hal ini bertujuan untuk mempercepat kebermanfaatan hasil penelitian. Misalnya saya mengumpulkan data tentang berang-berang, namun yang bisa terolah oleh saya cuma sedikit sekali. Setiap data penelitian, sebenarnya banyak sekali sisi yang bisa diolah. Kalau koin mata uang bisa dilihat dari dua sisi, maka data penelitian mungkin punya sisi ribuan. Setiap bidang ilmu bisa saja mengambil manfaat dari sisi mereka sendiri. Dari segi input datanya, saya juga ingin menggunakan metoda sains khalayak (citizen science), pengumpulan data melibatkan masyarakat umum dan kalayak ramai, prinsip gotong royong. Sebagai komitmen saya tentang keterbukaan data, saya berencana akan membuka data penelitian saya sejak S1 sampai S3. Saat ini saya sedang memikirkan bagaimana format dan caranya. Tunggu tanggal mainnya. Bahasan tentang infrastuktur data ini, saya mau buat buku berjudul “Berbagi data: Sebuah cara untuk mendapatkan data”

 

4. EKOLOGI DAN MATEMATIKA KOMPUTASI

Sebuah data butuh cara yang tepat untuk mengolahnya. Dengan menggunakan kemajuan sekarang ini, kita tidak lagi yang bicara masalah nilai minimum, nilai maksimum atau rata-rata dari sebuah fenomena (bagian dari statistika deskriptif), atau hanya sekedar menggunakan rumus yang sudah ditemukan oleh orang lain. Saat ini zamannya mencari cara terbaik dalam mengungkapkan suatu fenomena. Sehingga bisa mengungkapkan sesuatu yang awalnya tidak tampak secara kasat mata (pada data tersebut), dan malah bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Kita di Indonesia yang beriklim tropis dan sangat kaya dengan keanekaragaman hayati dan proses yang tejadi di dalamnya, ini menjadi tantangan tersendiri dalam memodelkan fenomena ekologi yang terjadi. Hasil penelitian yang bermunculan di jurnal teranyar di bidang ekologi komputasi dan semacamnya, memiliki keterbatasan kalau diaplikasikan di Indonesia. Karena, data dan asumsi yang mereka gunakan dalam penelitian itu umumnya berasal daerah temperata, sebuah daerah yang sangat teratur sekali fenomena alamnya. Namun, usaha memikirkan sebuah metoda analisa data tanpa mempunyai data itu sendiri (walaupun bisa diciptakan data simulasi), maka hal ini sesuatu yang aneh. Dengan dibangunnya sebuah pusat data keanekaragaman hayati sebagaimana ide di nomor 3, maka bidang ekologi dan komputasi khas Indonesia akan bisa berkembang pesat dan langsung terpakai di data riil. Di bidang ini saya juga mau buat buku teks, berjudul “Panduan analisa data ekologi”.

 

5. PENGABDIAN MASYARAKAT

Untuk pengabdian masyarakat ini, saya terbayang dengan potensi lokal daerah saya di Sumatera Barat. Daerah Sumatera Barat, sumber daya alamnya tidaklah “sekaya” Riau yang punya minyak di atas dan di bawah tanahnya. Namun, Sumatera Barat punya pesona alam yang indah. Pesona ini sangat bagus untuk pengembangan ekowisata. Di kampung saya sendiri, yaitu di Lubuk Alung, ada objek wisata alam yang sedang dikembangkan oleh sebuah kelompok pemuda yang penuh semangat. Mereka mengusung konsep ekowisata, menjual pesona alam apa adanya. Jualan objek wisata yang paling terkenal dari mereka yaitu Air Terjun Nyarai. Maka saya ingin menggali keanekaragaman hayati dan proses ekologi yang ada di sana, membantu mengemasnya menjadi suatu jualan yang menarik dan edukatif untuk dinikmati wisatawan dalam dan luar negeri. Sehingga, tak ada lagi penduduk di sekitaran sana yang jualan fisik batang kayu, namun cukup menjual cerita saja tentang kayu itu. Sebuah bisnis yang sangat menguntungkan, menjual barang tapi barangnya tetap bersama kita. Biar lengkap, saya juga mau lah buat buku berjudul “Maota, sebuah pekerjaan menyelamatkan lingkungan” ha ha…. :D “Maota” ini adalah bahasa minang yang artinya bercerita, mengobrol panjang lebar.

 

CATATAN:

Ini adalah mimpi saya. Saya sadar ini adalah sebuah omong besar. Namun saya ingin membuktikan kata-kata mutiara dari orang sukses, yang katanya mulailah sesuatu itu dengan omong besar. Dalam aplikasinya, mimpi ini tak mungkin saya sendirian yang akan mengerjakannya, butuh kolaborasi dengan semua pihak. Dan mimpi ini tak harus saya juga yang mengerjakannya. Sangat bagus kalau ada yang terinspirasi, lalu mengerjakannya sebelum saya mengerjakan. Bagi saya hal itu bukanlah sebagai pencurian ide. Malah ini akan membuat saya lebih senang dan tenang, karena akan terwujud lebih cepat, dan nanti saya tinggal klaim saja royalti idenya di surga he he… :)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>